Hidupkan Islam di Mali dengan 1.000 Alquran Wakaf

Global Wakaf - ACT menjelajahi negara-negara di dunia untuk menghadiahi muslim mancanegara yang membutuhkan bantuan Alquran. Program ini berjalan berkat wakaf para dermawan yang mendukung pembelajaran Islam.

Anak-anak di Senou, Bamako, menerima Alquran wakaf pada Oktober 2020. (ACTNews)

ACTNews, BAMAKO Bamako, ibu kota dan kota terbesar Republik Mali yang terletak di lembah Sungai Niger punya cerita sendiri soal anak-anak yang belajar Alquran. Cerita tersebut mengalir dari pusat-pusat pembelajaran Alquran di kota itu, antara lain di Daroul-Hanane Senou, Nur Al-islamiya Senou, Merkez Obay Bin Ka'ab Kalaban Coura, dan Ma'ahad Ali bin Abitalib.

Ayat-ayat suci Alquran yang dilantunkan para santri terus menggaung tiap harinya. Kegiatan harian ini menghidupkan cahaya Islam di kota dengan populasi lebih dari 2,6 juta tersebut. Mendukung proses belajar santri yang umumnya warga prasejahtera tersebut, Aksi Cepat Tanggap menyalurkan 1.000 Alquran pada Senin (12/10) hingga Jumat (23/10).

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response - ACT menjelaskan, bantuan Alquran dibagikan kepada anak-anak yang membutuhkan Alquran. “Di Mali, kami bukan hanya mengantarkan paket pangan, tetapi juga menyalurkan bantuan Alquran wakaf Sahabat Dermawan. Kondisi ekonomi keluarga-keluarga di Mali bahkan membuat mereka sulit mendapatkan Alquran yang layak,” jelas Faradiba.

Bamako dipilih menjadi wilayah implementasi karena kota ini memiliki banyak penduduk. Pusat kota ini menjadi tujuan transmigrasi masyarakatnya sehingga aktivitas kependudukan banyak berlangsung di sana.

“Wakaf Sahabat Dermawan amat membantu kehidupan masyarakat prasejahtera di Mali. Antara lain mewujud sumur wakaf dan bantuan Alquran ini. Terima kasih atas dukungan para dermawan,” kata Faradiba. Selain di Mali, Global Wakaf - ACT juga menyalurkan wakaf ke negara-negara lainnya, seperti sumur wakaf di Palestina, untuk Rohingya di Myanmar.[]