Hikmah Pandemi Covid-19, Sebuah Kesadaran bagi Kehidupan

Sedekah untuk mengelak bencana yang lebih besar. Semakin sulit kita diuji, semakin menjadi hamba yang gampang untuk memberi. Sebab apa, segala kemudahan Allah SWT dalam kehidupan ini, tergantung bagaimana kita berbuat.

Ustaz Ahmad Faris BQ. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA — Ustaz Ahmad Faris BQ menceritakan pengalamannya saat bertemu pasien yang sembuh dari Covid-19. Menurut Ustaz Faris, ada banyak pelajaran kehidupan yang ia dapat, salah satunya adalah turut merasakan betapa tidak berharga segala sesuatu yang manusia miliki ketika sakit.

Orang yang ditemui Ustaz Faris memiliki usaha yang cukup besar, bahkan tergolong pengusaha yang sangat sukses. Namun, orang tersebut sadar, betapa dekatnya kematian dari sakit yang Allah berikan. “Saya katakan ini sebenarnya anugerah dari Allah SWT, ingin mendatang kan satu kesadaran lebih awal di dalam dirinya,” kata Ustaz Faris dalam Kajian Peradaban, Kamis (1/4/2021).

Dalam hidup ini, manusia akan berada di dalam tiga fase kesadaran. Fase pertama adalah ketika orang melihat dunia is everything. Dia sanggup melakukan apa saja untuk mendapatkan dunia. Karena baginya dunia adalah segala sesuatu, menurut Ustaz Faris, kondisi itu adalah bencana yang sesungguhnya.

Fase kesadaran kedua adalah dunia is something. Pada fase ini, seseorang memandang dunia bukanlah segalanya. Hanya beberapa bagian dari dunia ini yang penting untuk diraih. Pada kondisi seperti ini, orang mulai merasakan kesadaran untuk berbagai atau berempati kepada orang lain.

Puncak kesadaran manusia alias fase yang ketiga adalah adalah dunia is nothing.  Kesadaran ini datang dalam diri manusia dalam waktu yang berbeda-beda. Ada yang datang kepada seseorang sangat terlambat, yaitu saat seseorang tidak dapat mengembalikan masa lalunya, pada waktu seseorang sudah berada di pintu kematian. 

“Lalu dia berkata ‘Laulaa akhortanii ila ajali ‘qoriib. Faasoddaqo waakum mina sholihiiin. Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh,” kata Ustaz Faris.

Keutamaan Sedekah

Karena Allah tahu, jika seseorang selalu diberi  rezeki tanpa batas, maka mereka banyak yang menjadi zalim dan kufur kepada Allah SWT. Ustaz Faris menjelaskan, pada waktu-waktu tertentu, Allah SWT meminta manusia harus mengeluarkan harta karena sakit, karena kecelakaan, atau karena apa saja bencana dalam kehidupan ini.

“Allah paksa keluar uang itu, karena tidak keluar secara sukarela dari kantong kita untuk berinfak di jalan Allah SWT. Maka ini cara mengingatkan kita tentang hakikat kehidupan,” ujarnya.

Saatsakit, sesungguhnya Allah-lah yang menyembuhkan manusia. Berobat hanyalah syariat dari Allah SWT. Di samping itu, ada syariat lain yakni dengan bersedekah. “Sedekah untuk mengelak bencana yang lebih besar. Semakin sulit kita diuji, semakin menjadi hamba yang gampang untuk memberi. Sebab apa, segala kemudahan Allah SWT dalam kehidupan ini tergantung bagaimana kita berbuat,” tutup Ustaz Faris.[]