Hilangkan Haus Warga Gaza dengan Humanity Water Tank

Juli ini, armada Humanity Water Tank kembali berkeliling Gaza. Dalam 25 hari pendistribusian, sedikitnya 850 ribu liter air bersih dibagikan. Lebih dari lima ribu warga Gaza yang hilang hausnya berkat aksi ini.

humanity water tank
Warga Gaza menerima air bersih gratis dari Humanity Water Tank. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Armada Humanity Water Tank milik Aksi Cepat Tanggap kembali menyapa masyarakat Gaza. Air bersih dari armada yang memiliki kapasitas angkut 6.500 liter tersebut, menjadi pelepas dahaga yang selama ini mereka nantikan. 

Pada Juli ini, dua unit Humanity Water Tank hadir di wilayah Raffah dan Khan Younis. Hampir setiap hari, dua truk ini berkeliling membagikan 17 ribu liter air untuk warga Gaza yang kehausan. Dalam 25 hari pendistribusian, sedikitnya 850 ribu liter air bersih dibagikan. Lebih dari lima ribu warga Gaza yang merasakan manfaat air bersih ini.

“Masing-masing orang memperoleh hingga sekitar 20 liter air per hari. Air bersih didistribusikan ke permukiman masyarakat prasejahtera, sekolah, masjid, klinik, dan sarana umum lainnya. Warga Gaza,” ujar Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT, Kamis (29/7/2021).

Lebih lanjut, Firdaus menuturkan jumlah Humanity Water Tank diproyeksikan akan bertambah dua unit dalam beberapa waktu ke depan. Kedua unit tersebut saat ini tengah memasuki tahap karoseri, dan jika sudah beroperasi, wilayah jelajahnya akan disebar ke seluruh kegubernuran di Gaza. Setiap unit akan dilengkapi dengan peralatan untuk mempermudah distribusi air, seperti pompa dan selang air berukuran besar.

“Jika semua unit ini telah beroperasi, setidaknya 2,5 juta liter air bersih akan diberikan ke penduduk Gaza per bulannya. Armada ini akan dioperasikan oleh relawan ramah yang siap melayani warga dengan baik. Ini merupakan buah hasil kebaikan seluruh Sahabat Dermawan untuk menyudahi krisis air di Gaza. Sebagaimana diketahui, kelangkaan air di Gaza semakin parah pascaserangan Israel Mei lalu. Di mana banyak saluran-saluran air penting yang rusak terkena bom dari pesawat tempur milik Israel,” jelas Firdaus.[]