Hingga Juni, Ada 770.000 Kasus Kolera Di Yaman

Kasus kolera dikabarkan meningkat di sejumlah provinsi di Yaman. Sejumlah imigran Afrika yang berharap mendapat penghidupan lebih baik di Yaman, justru menderita kolera baru-baru ini.

Hingga Juni, Ada 770.000 Kasus Kolera Di Yaman' photo

ACTNews, SANA’A, LAHIJ, HAJJAH – Kementerian Kesehatan Masyarakat dan Populasi Yaman melaporkan lebih dari 20 ribu dugaan kasus kolera pada medio Juni lalu. Sebanyak 14 persen kasus dilaporkan akut.

Merilis data dari Reliefweb,  779.849 dugaan kasus kolera terakumulasi sejak Januari 2018 sampai 16 Juni 2019. Sebanyak 1.178 di antaranya adalah kasus meninggal dunia. Sekitar  22,7 persen dari total dugaan kasus selama 2019 dilaporkan terjadi pada anak-anak di bawah lima tahun. Pada 2019, kolera menyerang 299 distrik dan 22 provinsi di Yaman.

Di Sana’a, petugas medis memberikan vaksin kepada anak-anak dari pintu ke pintu. “Kami pergi ke rumah-rumah, memberikan vaksin, dan mengedukasi masyarakat, mengingat kolera adalah penyakit yang berbahaya,” terang Reem Yahya, salah satu petugas medis, kepada Al Jazeera pada 13 Mei lalu. Sanaa menjadi wilayah kedua terbanyak laporan kolera hingga 50 ribu kasus.

Selain Sana’a, 30 ribu kasus kolera juga dilaporkan di provinsi Hajjah. Hajjah menjadi salah satu dari enam wilayah dengan catatan kasus kolera. Hingga Juni, 37.777 kasus dilaporkan berasal dari provinsi itu. Catatan kasus itu berkorelasi dengan kerusakan parah yang dialami provinsi Hajjah. Sebagai wilayah paling terdampak konflik, kerusakan infrastruktur dan air bersih juga melanda provinsi di barat laut Yaman itu. Bakteri kolera pun mencemari sumber air warga.


Pada pertengahan Mei lalu, Al Jazeera juga melaporkan, imigran Afrika di Yaman menjadi komunitas yang terjangkit wabah kolera baru-baru ini. Di salah satu rumah sakit di Lahij, sejumlah pasien kolera dikabarkan dalam keadaan kritis. Para petugas medis di rumah sakit pun harus berjuang merawat para pasien di tengah keterbatasan makanan, minuman, dan fasilitas medis.

Berdasarkan laporan BBC pada Januari 2019, kolera telah menjadi epidemi sejak tahun 2016 di Yaman. Saat itu, wabah kolere menyebabkan 2.770 kematian. Dalam laporan yang sama, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Yaman telah mengalami dua gelombang kasus kolera selama konflik terjadi. Gelombang pertama terjadi antara Oktober 2016 sampai 26 April 2017. Saat itu, dilaporkan ada 25.800 kasus gejala kolera dan 129 kematian akibat wabah ini. Gelombang kedua terjadi pada 27 April 2017, dengan laporan 1,336 juta kasus kolera dan 2.641 kematian hingga November di tahun yang sama.

Saat ini, kolera terus mewabah dan membutuhkan penanganan khusus. Kolera adalah infeksi diare akut disebabkan konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri Vibrio cholera. Dalam kasus yang parah, penyakit ini dapat membunuh dalam beberapa jam jika tidak diobati. []

Bagikan