HMS-ACT Berikan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar untuk Para Pekerja

Kemampuan bantuan hidup dasar dianggap perlu dipahami oleh para pekerja. Untuk itu, Aksi Cepat Tanggap melalui Humanity Medical Services memberikan pelatihan kepada sejumlah karyawan, bertempat di Menara 165.

Minimalisir Kematian Akibat Jantung, ACT Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar
Koordinator Emergency Response-Humanity Medical Services ACT dr. Bara Purnawan Putra memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar kepada karyawan di Jakarta Selatan. (ACTNews/Ichsan Ali)

ACTNews, JAKARTA –  Pengetahuan bantuan hidup dasar atau basic life support masih terasa asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama kalangan pekerja. Padahal, kemampuan ini mendesak untuk dipahami agar masyarakat paham tindakan yang bisa dilakukan saat situasi gawat darurat.

Koordinator Emergency Response-Humanity Medical Services ACT dr. Bara Purnawan Putra mengungkapkan, kemampuan bantuan hidup dasar dapat meminimalisir risiko kematian korban henti jantung. Serangan jantung menjadi salah satu penyakit yang paling berisiko dialami karyawan.

“Korban henti jantung yang hanya memiliki waktu 10 menit saja untuk segera ditolong. Kami berharap, lewat pelatihan ini bisa lahir para penolong, dari kelompok pekerja, yang secara siap dan sigap membantu orang di sekitar tempat kerja mereka,” kata dr. Bara.

Sebagai upaya menyampaikan informasi kepada masyarakat, Tim Humanity Medical Services Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar pelatihan bantuan hidup dasar kepada para karyawan di Gedung Menara 165 Jakarta, Rabu (2/12/21) pagi.

Direktur Menara 165 Jakarta Hariyo Puguh W mengapresiasi  inisiasi Aksi Cepat Tanggap atas pelatihan ini. “Saya mewakili Pendiri Menara 165 Bapak Ary Ginanjar mengucapkan terima kasih atas pelatihan ini. Saya berharap pelatihan bantuan hidup dasar terus digaungkan agar semakin banyak orang yang paham,” tutur Hariyo.[]