Hujan Badai Rusak Kamp Pengungsian Rohingya

Ribuan tempat tinggal tergusur, lebih dari tiga ribu rumah rusak, dan dua orang meninggal dunia akibat hujan lima hari berturut-turut yang mengguyur kamp pengungsian Rohingya di Cox’s Bazar.

Hujan Badai Rusak Kamp Pengungsian Rohingya' photo

ACTNews, COX’S BAZAR – Cuaca buruk sejak awal Juli lalu di Cox's Bazar, Bangladesh berdampak pada pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp-kamp pengungsian. Hujan mengguyur sejumlah lokasi pengungsian Rohingya selama lima hari, yakni 2-6 Juli. Berdasarkan data Reliefweb per 8 Juli 2019, badai menggusur 2.700 rumah dan merusak 3.400 rumah lainnya. Badai juga membuat dua orang meninggal dunia.

“Kita baru setengah jalan memasuki musim hujan dan sudah menolong lebih dari dua ribu orang dalam 72 jam terakhir,” ungkap juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) George McLeod, seperti dilansir dari Reliefweb. Ia pun menambahkan, perkiraan kerusakan kali ini sudah melebihi data yang tercatat di tahun 2018.

Data kerusakan yang dicatat IOM pada 2-6 Juli meliputi 1,186 kepala keluarga terdampak longsor, 216 kepala keluarga tergenang banjir, 1,840 kepala keluarga terdampak angin kencang. Selama itu, ada 391 laporan longsor, 51 laporan angin kencang, dan 26 laporan banjir. Bahkan, pada malam Ahad (7/7) lalu, 13 kejadian tanah longsor, sembilan badai angin, dan dua banjir menerjang 2.200 jiwa dan 432 kepala keluarga pada 24 jam terakhir.

Hujan dan angin akan diperkirakan terus berlanjut pada pekan ini. Berdasarkan pengukuran curah hujan 3-5 Juli, curah hujan mencapai 510 mm di Kamp Kutupalong dan mencapai 530 mm di Kamp 16, Cox's Bazar.


Dalam laporan yang sama, Reliefweb melaporkan sejumlah kerusakan dan kebutuhan akibat bencana ini. Sejumlah 123 fasilitas pendidikan rusak karena banjir dan tanah longsor.

Selain sekolah, sejumlah fasilitas kebersihan di Kamp 13, 16, dan 18 juga mengalami kerusakan, sehingga 1.800 pengungsi ikut terkena dampaknya. Sejumlah enam titik air terkontaminasi. Kakus dan delapan kamar mandi di Kamp 18 perlu diperbaiki.

Selama pekan ini, lebih dari 1,900 hunian dilaporkan mengalami kerusakan ringan dan berat. Dalam jangka waktu ini pula, seorang anak dilaporkan tenggelam dan dua lainnya terluka. Salah satunya berusia lima tahun. Sebanyak  37 dan keluarganya diungsikan ke hunian sementara di fasilitas perlindungan anak-anak.

Bahkan salah satu konstruksi yang sedang berjalan dan truk berat mengalami kerusakan, selain itu, jalan yang berlumpur juga berpotensi risiko bagi semua orang. []

Sumber foto: ACT, Reliefweb

Bagikan