Hujan Deras Genangi Tenda Pengungsi di Lombok Barat

Hujan Deras Genangi Tenda Pengungsi di Lombok Barat

ACTNews, LOMBOK BARAT – Memasuki akhir bulan September, hujan mulai turun di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya Lombok yang bulan lalu diguncang gempa dengan kekuatan 7.0 SR. Hal ini menjadikan kehidupan para penyintas gempa Lombok semakin sulit karena tenda-tenda pengungsian digenangi air akibat hujan yang turun.

Ahad (23/9) kemarin, hujan deras mengguyur wilayah Lombok Barat, tepatnya di Dusun Guntur Macan, Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Hujan deras yang mengguyur mengakibatkan tergenangnya tenda-tenda pengungsi.

“Hujan kemarin sekitar 30 menit, air masuk ke tenda-tenda warga,” ujar Zaenuddin, salah satu relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Menurutnya, belum semua pengungsi di Desa Guntur Macan mendapatkan hunian yang layak.

“Sebagian ada yang sudah mendapatkan hunian sementara, sebagian ada yang belum, mengingat di Desa Guntur Macan ada tujuh dusun,” paparnya. Zaenuddin menambahkan, kini warga desa semakin mengantisipasi kemungkinan datangnya hujan deras yang dapat mengakibatkan genangan susulan.

ACT segerakan penyediaan hunian pengungsi

Untuk mempercepat pemulihan pascabencana, ACT menyediakan hunian untuk para pengungsi gempa Lombok. Terlebih lagi, memasuki akhir tahun 2018, hunian yang layak sangat dibutuhkan mengingat musim hujan yang kian dekat.

Upaya-upaya yang dilakukan ACT untuk menyediakan hunian yang layak bagi para penyintas gempa antara lain berupa pendirian Komplek Hunian Terpadu atau Integrated Community Shelter, Family Shelter, serta pendistribusian knockdown shelter atau hunian yang dapat dibongkar pasang.

Sepanjang bulan September, ACT akan mendistribusikan 500 unit knockdown shelter di titik-titik pengungsian yang ada di seluruh Lombok. “Kami akan pasang di rumah-rumah warga dekat posko kemanusiaan ACT. Penerima manfaat tentunya sudah didata oleh tim asesmen kami. Tahap pertama 500 unit, tapi target kita adalah 3.000 unit. Semoga ini bisa mempercepat proses pemulihan di Lombok,”terang Syuhelmaidi Syukur selaku Senior Vice President ACT.

Knockdown shelter yang dapat dirakit hanya dalam jangka waktu 1-2 jam ini sangat diperlukan oleh para pengungsi sebagai tempat berteduh dari hujan bagi para penyintas gempa.

“Ke depannya, produksi shelter kami akan lebih banyak ke jenis knockdown shelter ini. Baik pembangunan shelter tunggal di rumah-rumah warga yang sudah hancur, maupun pembangunan shelter secara komunal seperti ICS. Dengan waktu pembangunan yang amat cepat, diharapkan makin cepat pula pengungsi bisa tinggal di hunian yang layak,” jelas Syuhelmaidi. []

Tag

Belum ada tag sama sekali