Hujan Lebat, Sejumlah Wilayah di Jateng Diterjang Banjir dan Longsor

Hujan dengan intensitas lebat mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Tengah pada Senin (26/10) ini. Beberapa titik di sejumlah kabupaten terdampak banjir hingga menyebabkan tertutupnya akses jalan, rusaknya fasilitas dan rumah warga, bahkan longsor.

Hujan Lebat, Sejumlah Wilayah di Jateng Diterjang Banjir dan Longsor' photo
Seorang petugas evakuasi di tengah banjir di Kecamatan Kroya, Cilacap, Senin (26/10) dini hari tadi. (ACTNews)

ACTNews, JAWA TENGAH – Hujan deras mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Beberapa daerah tersebut di antaranya Kabupaten Cilacap, Kebumen, bahkan banjir juga mengakibatkan longsor di Desa Kandangwangi, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara.

“Iya, memang di Banyumas Raya intensitas hujannya lebat. Di Banjarnegara juga ada titik-titik longsor. Lalu Kabupaten Cilacap dan Kebumen saat ini juga sudah mulai ada banjir,” ungkap Rama Fardiansyah selaku Kepala Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Purwokerto pada Senin (26/10) siang ini.

Catatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat yang diperoleh oleh Tim ACT menyebutkan, Desa Mujur Lor di Cilacap tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa hingga 1 meter. Di Kabupaten Kebumen ada 13 desa yang diterjang banjir hingga beberapa akses jalan tertutup, sebuah jembatan terputus, dan beberapa titik mengalami longsor.

Sebagai langkah tanggap darurat atas terjadinya banjir, ACT Purwokerto mulai menerjunkan tim ke titik-titik terdampak banjir. “Saat ini kami akan menerjunkan tim terlebih dahulu menuju Kebumen, karena kabarnya titik di sana terdampak cukup parah. Jika waktunya tepat, hari ini kita juga akan menuju ke Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap,” jelas Rama.


Salah satu rumah warga yang terdampak banjir di Kecamatan Kroya. (ACTNews)

Selain untuk asesmen dan evakuasi, tim juga akan mendistribusikan sejumlah bantuan darurat kepada warga terdampak. “Bersama tim juga sudah ada bantuan sembako untuk para korban banjir. Sementara ini bantuan yang kita berikan adalah bantuan stimulant dan bila mendesak, kita akan usahakan untuk bantuan-bantuan selanjutnya,” kata Rama.

Peringatan banjir dan longsor sebelumnya juga telah disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang di hari yang sama. Hujan diprediksi akan mengguyur pegunungan dan sisi Timur Jawa Tengah pada sore harinya.

"Pagi umumnya berawan, siang-sore atau awal malam hari umumnya hujan ringan-sedang. Potensi hujan-lebat di pegunungan Tengah Jateng dan sebagian Jateng Timur. Waspada bencana Hidro Meteorologi seperti banjir dan tanah longsor," kata petugas BMKG stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, MS Fuad dalam keterangan tertulisnya.


Potensi hujan ringan diprediksi mengguyur Pemalang, Brebes, dan Tegal. Sementara hujan ringan hingga sedang diprediksi mengguyur Cilacap, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Rembang, Jepara, Ungaran, Kendal, Batang, Slawi, Solo, Salatiga, Semarang, Pekalongan, dan Ambarawa. Hujan sedang hingga lebat diprediksi melanda Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Purwodadi, Blora, Pati, Kudus, Demak, Temanggung, Kajen, Magelang, Bumiayu, dan Majenang.

Rama turut mengajak para dermawan untuk bersiaga serta membersamai para korban banjir di Jawa Tengah. “Kami berharap dukungan dari para dermawan untuk membersamai masyarakat yang kini sedang menghadapi potensi bencana banjir, maupun yang terdampak. Bantuan dapat disalurkan melalui laman Indonesia Dermawan atau melalui BNI Syariah di nomor 8800007871 atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap,” pungkas Rama.[]