Hujan Masih Berpotensi Guyur Indonesia hingga Tiga Hari ke Depan

BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat masih akan melanda beberapa wilayah di Indonesia, khususnya Jabodetabek. BMKG juga meminta masyarakat waspada akan potensi hujan ini.

Sebagian besar wilayah Jabodetabek tergenang banjir akibat dari hujan lebat yang mengguyur sejak Selasa (31/12/2019) malam hingga Rabu (1/1/2019) pagi.

ACTNews, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  menyatakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi hingga tiga hari ke depan di Indonesia, khususnya di wilayah Jabodetabek. prakiraan ini disampaikan melalui video  yang diunggah di kanal Youtube resmi BMKG pada Rabu (1/1).

“Kita perkirakan (kondisi angin) masih sama. Masih ada angin yang berbelok di atas pulau Jawa, dan juga pertemuan massa udara atau pertemuan massa angin di atas pulau Jawa. Hal inilah yang berpotensi menimbulkan pertumbuhan awan di atas pulau Jawa. Jadi potensi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat masih ada dan bisa terjadi setidaknya hingga tiga hari ke depan,” ungkap A. Fachri Radjab sebagai Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG dalam videonya.

Faktor lain yang berpengaruh dalam meluasnya pertumbuhan awan juga adalah suhu permukaan laut yang masih hangat di bagian selatan Indonesia. Kondisi uap air yang cukup tinggi menyebabkan suplai uap air cukup banyak untuk mendukung pertumbuhan awan di atas pulau Jawa.

Dengan prakiraan potensi curah hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi selama 3 hari ke depan, Fachri mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada.

“Jadi bisa kita simpulkan, bahwa memang kondisi curah hujan lebat masih bisa berpotensi terjadi di Indonesia hingga tiga hari ke depan. Ini perlu terus menjadi kewaspadaan kita bersama,” ujar Fachri.


Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, sebagian besar wilayah Jabodetabek tergenang banjir akibat hujan lebat yang mengguyur sejak Selasa (31/12/2019) malam hingga Rabu (1/1/2019) pagi. Merespons banjir tersebut, Tim Disaster Emergency Response (DER) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah memberangkatkan tim ke sejumlah lokasi banjir pada Rabu (1/1/2020) pagi.

Komandan DER - ACT Dwiko Hari Dastriadi menerangkan, tim sudah diberangkatkan ke wilayah terdampak banjir, yakni Jakarta Timur, Tangerang, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat. "Tim sudah bergerak, relawan di beberapa lokasi banjir sudah siaga, tim di pusat sedang bergerak untuk menurunkan perahu karet ke lokasi-lokasi tersebut," kata Dwiko. Satu regu tim DER terdiri dari 4-5 personel yang dilengkapi perahu karet dan peralatan penyelamatan lainnya.

"Kami juga segera mengaktivasi posko bantuan di Jabodetabek," tambah Dwiko. Saat ini 9 posko banjir telah didirikan di DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, serta Kota dan Kabupaten Bekasi. Sementara Induk Posko Nasional Banjir yang berada di wilayah Ciputat, telah aktif sejak Rabu (1/1) pagi. []