Humanity Bikers, Kesempatan Ari Bekerja Setelah Menganggur

Ketika pandemi menyerang, Ari diminta oleh perusahaan tempat ia bekerja un tuk mengundurkan diri dikarenakan kondisi keuangan perusahaan yang sedang tidak stabil. Tiba-tiba ia kehilangan .

Humanity Bikers, Kesempatan Ari Bekerja Setelah Menganggur' photo
Setelah berhenti bekerja, Ari kini bergabung menjadi Anggota Humanity Bikers yang diinisiasi ACT. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – “Memang roda itu berputar. Tadinya kita di atas, kemudian sekarang tiba-tiba sudah di bawah,” ucap Ari. Pandemi memutar roda hidupnya. Tadinya laki-laki 30 tahun ini adalah seorang supervisor di sebuah perusahaan distributor ritel. Ia mengepalai tim yang bertugas menata ritel baru yang akan diluncurkan. Ari yang telah bekerja selama 4 tahun diminta mengundurkan diri pada 8 Mei lalu akibat dampak Covid-19.

Satu hal yang membuat Ari merasa agak sulit meninggalkan perusahaan adalah ia mulai bekerja saat perusahaan itu juga baru berdiri pada tahun 2016 lalu. Ia melewati pasang-surut perusahaan sampai akhirnya berhenti tahun ini.“Yang bikin sedih sebenarnya karena dari pertama perusahaan berdiri saya sudah di sini. Rasanya susah sekali move on-nya,” ujar Ari pada Kamis (20/5) lalu.


Meskipun sulit, ia menerima keputusan tersebut. Ia pun maklum dengan keadaan ekonomi yang sedang sulit hampir di mana-mana. Komunikasi juga tetap ia jaga dengan teman-temannya di perusahaan yang lama, “Ini kan sudah ditakdirkan Allah. Hadapi dengan senyuman saja. Selama kita masih hidup, insyaallah rezeki akan selalu ada,” tutur Ari.

Komunikasi itu akhirnya membawa rezeki juga. Temannya yang masih berada di perusahaan yang lama kemudian merekomendasikannya untuk ikut menjadi anggota Humanity Bikers yang menunjang program Humanity Care Line ACT.


Ari siap mengantar paket dari Humanity Bikers. (ACTNews/Reza Mardhani)

Baru beberapa hari bergabung, Ari sudah mulai terbiasa dengan keseharian barunya, yakni mengantarkan beras gratis kepada mereka yang membutuhkan. Ia pun bersyukur dengan hadirnya program ini. Bagi Ari, selain mendapatkan materi di dunia, ia juga yakin akan mendapatkan manfaat di akhirat.

“Karena banyak manfaatnya, termasuk di akhirat. Jangan melihat materinya saja, tapi dilihat bahwa kita membantu sesama yang sedang membutuhkan. Semua itu (rezeki) sudah ditentukan Allah. Jika Allah sudah menghendaki, semesta pasti mendukung,” ujar Ari.

Sebagai anggota Humanity Bikers, sehari-harinya Ari bisa mengantar sampai 20 paket beras. Selain memberdayakan Ari, program ini juga memberdayakan 250 orang lainnya, termasuk rekan-rekan satu timnya sendiri.

“Sebagian dari yang dirumahkan ikut program ini juga, termasuk teman-teman satu tim saya. Tidak ada atasan lagi, sekarang semua sudah setara,” kata Ari sembari tertawa. Ia pun berharap pandemi cepat berakhir sehingga tidak banyak lagi pekerja yang harus merasakan apa yang ia rasakan.

Layanan Humanity Bikers ini telah berjalan sejak Senin (18/5) lalu. Melihat antusiasme masyarakat, Humanity Bikers rencananya akan terus berlanjut. Dio Alif Aryana selaku Ketua Humanity Bikers mengatakan ke depannya anggota Humanity Bikers juga akan bertambah.

“Karena tujuan dari hadirnya Humanity Bikers selain membantu orang-orang yang membutuhkan beras, kita juga berniat memberdayakan orang-orang yang sedang sulit secara ekonomi melalui program ini. Semoga ke depannya dapat terus berlanjut,” harap Dio. []


Bagikan