Humanity Care Line Layani Satu Juta Penerima Manfaat

Dua bulan setelah peluncurannya, Humanity Care Line telah melayani satu juta masyarakat yang membutuhkan beras. Selain itu, sekitar 1.000 tenaga kerja yang terkena PHK terberdayakan melalui program ini.

Humanity Care Line Layani Satu Juta Penerima Manfaat' photo
Pengantaran beras dari Humanity Care Line di salah satu jalan di Jakarta Barat. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Sejak diluncurkan pada pertengahan April lalu, Humanity Care Line terus melayani masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Layanan antar pangan gratis ini terus beroperasi sepanjang waktu melayani warga yamg terkena langsung imbas corona.

Hingga Jumat (5/6) lalu, Humanity Care Line telah melayani sekitar 1,1 juta jiwa Bantuan ini menjangkau ribuan kelurahan di 13 kota dan 3 provinsi. Penerima manfaat layanan tersebut akan terus bertambah.

“Alhamdulillah, kita masih beroperasi hingga sekarang dan kita sudah menyapa sekitar 1,1 juta penerima manfaat. Tentunya jumlah ini masih akan bertambah,” kata Pungki Martha Kusuma selaku Head of Humanity Care Line.

Setiyani, salah satu penerima manfaat Humanity Care Line, amat senang dengan hadirnya program ini. Hal ini mengingat keadaan sekarang sedang sulit. Ia biasanya bekerja mengasuh anak orang lain atau mencuci. Sudah sebulan belakangan ia tak bekerja. Perempuan berusia 47 tahun yang tinggal sendiri ini, sampai saat ini hanya bergantung pada bantuan.


Setyani ketika menerima bantuan dari Humanity Care Line. (ACTNews/Reza Mardhani)

“Ya Allah senang sekali saya, (bantuannya) memanjangkan umur. Pokoknya saya tidak bisa balas. Cuma yang kuasa yang bisa membalas. Saya berterima kasih banget, senang banget,” ungkap Setiyani yang merupakan warga Kelurahan Petamburan, Jakarta Pusat.

Selain membantu warga yang membutuhkan, Humanity Care Line juga hadir memberdayakan masyarakat yang terdampak akibat PHK oleh perusahaannya akibat Covid-19. Banyak para korban PHK yang kemudian bergabung dalam Tim Humanity Care Line.

“Banyak dari mereka yang memang terkena PHK, dan kita berdayakan di sini. Sekitar 1.000 orang telah kita berdayakan di berbagai macam posisi. Mulai dari operator telepon, hingga para pengemudi yang mengantarkan beras kepada para penerima manfaat,” ujar Pungki.


Mia misalnya, salah satu dari jutaan pegawai yang terkena PHK di Indonesia. Setiap harinya juga Mia mendengarkan cerita para penerima manfaat yang kini kesulitan. Ia bersyukur dengan hadirnya program Humanity Care Line karena selain membantu masyarakat Indonesia, program ini juga membantunya dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

“Terlebih dengan adanya program ini, ACT banyak memberdayakan orang-orang yang terkena PHK seperti saya,” jelas Mia.

Pungki berharap program ini dapat terus berlanjut karena di tengah pandemi seperti sekarang, masih banyak masyarakat yang kesulitan. “Terutama bagi mereka yang prasejahtera, program ini akan sangat membantu. Kami mengharapkan dukungan dari para dermawan, mudah-mudahan program ini dapat terus berjalan ke depannya,” harapnya. []


Bagikan

Terpopuler