Humanity Food Truck ACT Hadir di Kota Palu

Humanity Food Truck ACT Hadir di Kota Palu

ACTNews, PALU - Satu bulan sudah gempa, tsunami, dan likuefaksi berlalu. Menyusuri tiap-tiap jalan di Kota Palu, tenda-tenda pengungsian masih semarak. Tak sedikit pengungsi yang takut untuk kembali ke rumah. Pasalnya, atap rumah mereka ambruk, tembok retak, sampai benar-benar habis disapu tsunami di sepanjang wilayah Palu Barat, Pantai Talise, dan Palu Timur. Kondisi serupa pun dialami oleh ribuan keluarga yang harus direlokasi total dari Perumahan Balaroa yang diremukkan likuefaksi.

Kenyataan itu menunjukkan, Palu masih dalam kondisi serba kekurangan. Terutama masalah bahan pangan di tenda-tenda pengungsian. Di balik tenda-tenda terpal itu juga tak ada dapur yang layak. Terkadang hanya tersisa air panas, juga sebungkus mi instan untuk direbus sebagai penahan lapar.

Dari Posko Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berada di wilayah Palu Barat, sebagian besar masyarakat Palu yang datang ke posko mengaku kekurangan logistik. Mereka mengaku, mi instan mau tak mau menjadi menu santapan mereka setiap harinya.

Merespons kebutuhan makanan siap santap yang belum juga stabil, Humanity Food Truck hadir menyajikan makanan bergizi untuk para pengungsi. Humanity Food Truck telah beroperasi selama sepekan, beberapa hari setelah kedatangannya bersama Kapal Kemanusiaan etape kedua, Ahad (21/10).

Sejak kedatangan dapur umum berjalan ini, Humanity Food Truck singgah dan terparkir di Jalan Kartini, dekat Kantor Cabang ACT di Palu.

Kota Palu menjadi wilayah pertama yang disambangi Humanity Food Truck (HFT) - ACT. Untuk rangkaian aksi pembuka, HFT-ACT melakukan pembagian makan gratis kepada masyarakat, dengan target 1.000 hingga 1.500 paket makanan siap santap setiap harinya. Sebagian dibagikan ke lokasi sekitar tengah kota, sebagian lagi diantarkan ke tenda-tenda pengungsian di pinggiran Kota Palu.

Seperti Rabu (31/10) kemarin, hasil makanan HFT-ACT diantar ke beberapa titik pengungsian di Kota Palu dengan menggunakan mobil yang lebih kecil. Kata Kusuma Hadi, alias Chef Jhoni selaku Kepala Koki HFT - ACT, makanan hari itu diperuntukan untuk pengungsi di Kelurahan Lasoani dan Lolu Selatan di Kecamatan Palu Timur. Paket makanan siap santap itu pun diantar ke Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan.

Chef Jhoni menjelaskan, selama sepekan beraksi di tengah Kota Palu, HFT belum bisa bergerak terlalu jauh dari tengah Kota. Berbagai pertimbangan disampaikan oleh Chef Jhoni.

“Palu itu luas sekali, kami pun belum menemukan lokasi yang pas untuk disambangi. Sebab setiap aksi, kami membutuhkan tanah yang lapang dan juga pemenuhan kebutuhan air bersih untuk memasak,” jelas Chef Jhoni.

Makanan hotel bintang lima ala Humanity Food Truck

Untuk urusan rasa makanan, hasil makanan siap santap dari HFT - ACT tak perlu diragukan lagi. Seperti yang diutarakan oleh sejumlah warga penyintas likuefaksi di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.

Hari pertama beraksi di Kota Palu, HFT - ACT singgah di tanah lapang tempat pembangunan Integrated Community Shelter (ICS) di Kelurahan Duyu, Kecamatan Palu Barat, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (25/10) pekan lalu.

Chef Jhoni mengatakan, pertama kali HFT - ACT hadir di Kota Palu, tujuan utamanya adalah menyediakan makanan gratis, lezat, dan tentunya bergizi.

“Hari itu, di lokasi peresmian ICS Duyu, kami memproduksi 500 paket makanan siap santap untuk para pengungsi. Kita mengelola 6 item yakni nasi, chicken black pepper, olahan telur, menu pendamping, sayuran, dan sambal,” papar Chef Jhoni.


Tak heran kebaikan HFT-ACT disambut baik oleh para pengungsi di Kelurahan Duyu. Sarjan (64) dan Anugerah (7) misalnya, seorang ayah dan anak yang mengaku bersyukur bisa merasakan lagi makanan yang layak dan bergizi. Sebulan di dalam tenda, Sarjan mengaku hanya bisa menyantap masakan instan.

“Alhamdulillah senang bisa memakan masakan enak seperti ini. Tidak salah lagi memang ini. Rasanya beda kalau dimasak oleh chef, seperti restoran hotel berbintang. Terima kasih ACT,” tutur Sarjan.

Sementara itu, Anugerah tampak lahap luar biasa menyantap makanan dari HFT-ACT di tanah lapang lokasi pembangunan ICS Kelurahan Duyu. Telur bulat utuh dengan dua kali santap, habis dilahap oleh Anugerah. Belum lagi dengan ayam bumbu black pepper yang dilahap tandas Anugerah.

Sepekan sudah beraksi di tengah Kota Palu, Humanity Food Truck ACT nantinya akan berkeliling, menyambangi lokasi-lokasi pengungsian baik di Palu, Sigi, maupun Donggala. “Rencana terdekat, Insya Allah akhir pekan pertama Oktober ini, tanggal 3 atau 4 November Humanity Food Truck akan ikut serta dihadirkan kala peletakan batu pertama ICS di Sigi Biromaru,” pungkas Chef Jhoni. []