Humanity Food Truck Antarkan Makanan Bergizi untuk Korban Banjir Kepahiang

Sajian terbaik dari Humanity Food Truck untuk korban banjir di Bengkulu

Humanity Food Truck Antarkan Makanan Bergizi untuk Korban Banjir Kepahiang' photo

ACTNews, KEPAHIANG – Belasan relawan Masyarakat Relawan Indonesia – Aksi Cepat Tanggap (MRI–ACT) yang bertugas di Posko Kemanusiaan Kepahiang tidak mau ketinggalan peran. Ada yang mengupas wortel, memotong kol, atau tempe. Begitupun tim Humanity Food Truck, koki dan kru sibuk mempersiapkan alat masak. Sabtu (4/5) itu, merupakan hari keempat aksi Humanity Food Truck menyejahterakan korban banjir Bengkulu.

Ada seribu porsi yang dipersiapkan bagi korban banjir di Desa Talang Panjang, Desa Air Hitam, dan sekitarnya. Desa mereka mengalami kerusakan cukup parah. Banjir diperkirakan setinggi hampir empat meter saat merendam rumah mereka.

Koki Humanity Food Truck Joni Hadikusuma mengungkapkan, sajian Humanity Food Truck khusus korban banjir Bengkulu ini disajikan dengan spesial, dengan mempertimbangkan gizinya. “Menu yang kita hadirkan di sini (Humanity Food Truck) adalah menu yang secara gizi kita utamakan. Termasuk kecukupan protein, karbohidrat, kita utamakan,” jelas Joni. Menjelang sore hari, makanan dari Humanity Food Truck didistribusikan kepada warga terdampak banjir.




Humanity Food Truck mendampingi warga

Sajian Humanity Food Truck antara lain dinikmati Jumini (60). Ia merupakan salah satu korban banjir Bengkulu di Desa Air Hitam. “Pakaianku habis semua, uang juga hanyut. Lari hanya baju di badan,” cerita Jumini.

Ia pun langsung menyimpan makanan dari Humanity Food Truck yang diberikan relawan Aksi Cepat Tanggap. Kata dia, ia akan memakannya bersama keluarganya nanti setelah mereka pulang. Makan bersama di saat kumpul adalah tradisi yang masih dipegang teguh keluarga Jumini. Jumini adalah perantauan asal Jawa yang tinggal bersama adik dan iparnya. “Terima kasih banyak ya… Saya bersyukur sekali,” kata Jumini. Humanity Food Truck pun menjadi peredam trauma dan kesedihan yang masih dirasakan Jumini. Sebab, ia bercerita, banjir menghanyutkan sejumlah tabungannya sehingga ia tidak dapat pergi mudik pada Ramadan kali ini.

Sajian Humanity Food Truck juga dirasakan Sutarmin (44) dan sejumlah warga yang sore itu sedang kerja bakti membersihkan lapangan jemur padi. Sabtu sore, Sutarmin bersama enam pekerjanya sedang membersihkan lahan jemur padi miliknya. Sudah sepekan banjir merendam lahan jemur padi milik Sutarmin, melumpuhkan roda usaha penggilingan padi yang ia tekuni. Bukan hanya dirinya, lumpuhnya roda ekonomi juga berdampak kepada para pekerja Sutarmin yang sementara waktu tidak mendapat pemasukan.

Sore itu pun menjadi salah satu hari yang disyukuri Sutarmin dan para pekerjanya. Sajian bergizi Humanity Food Truck pun dapat mereka nikmati. “Kami bersyukur dan berterima kasih sudah diberikan makanan ini,” kata Sutarmin. Ia pun membagikan makanan kepada warga desa lainnya.

Desa Air Hitam menjadi salah satu desa yang terdampak banjir parah. Hujan deras seketika membuat air Sungai Hitam meluap dan merendam rumah warga. Saat ACTNews menyambangi Desa Air Hitam Sabtu (4/5) lalu, sisa banjir masih membekas di rumah-rumah warga. Menurut keterangan Sutarmin, air setinggi hampir empat meter merendam rumah warga. “(Warga) yang rumahnya tingkat bertahan di lantai dua, warga yang lain ada yang mengungsi,” cerita Sutarmin. []

Bagikan