Humanity Food Truck Bagikan Hidangan Lezat Gratis ke Warga Mampang

Humanity Food Truck dari ACT kembali menggencarkan aksinya, kali ini food truck membagikan ratusan porsi hidangan lezat nan bergizi untuk warga prasejahtera di wilayah Mampang, Jakarta Selatan.

masyarakat prasejahtera
Salah satu masyarakat prasejahtera di Mampang menerima hidangan dari Humanity Food Truck (ACTNews/Rizki Febianto)

ACTNews, JAKARTA – Sejumlah warga di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, tampak antusias berdiri di sekitar Humanity Food Truck Aksi Cepat Tanggap yang tengah beroperasi. Sebagian mereka baru pertama kali melihat truk berkabin dapur itu, Selasa (15/6/2021).

Total ratusan porsi hidangan lezat dibagikan gratis untuk warga prasejahtera di sana hari itu. Selain dibagikan langsung di depan Humanity Food Truck, tim ACT juga turun langsung menyusuri gang-gang sempit untuk membagikan makanan langsung ke rumah warga.

Kepala Cabang ACT Jakarta Selatan M Luqman menjelaskan, Humanity Food Truck selalu memperhatikan kualitas rasa dan gizi setiap menghidangkan sajian. Selasa itu pun menu yang disediakan seimbang. "Menunya ada ayam kecap, sayur-sayuran, ada protein nabati juga dari tempe. Semua bahan dikelola secara baik. Kami pun punya kepala koki yang profesional,” kata Luqman.

Warga Mampang pun menyambut baik bantuan makanan bergizi ini. Dina (34), ibu dari empat orang anak yang tinggal di kontrakan sempit, menyampaikan ungkapan terima kasihnya. “Alhamdulilah bantuan makanan ini membantu kami. Kalau bisa setiap hari. Ini juga berarti masih ada yang peduli dengan kami. Semoga ACT dan semua orang yang membantu diberi keberkahan,” ucap Dina sambil diselingi tawa kecil, wujud rasa bahagian menerima hidangan Humanity Food Truck.

Bagi Dina, bantuan makanan siap santap itu amat berarti. Keluarganya sudah lama tidak bisa mengonsumsi makanan bergizi. Suami Dina merupakan mantan sekuriti di salah satu perusahaan di Jakarta yang mengalami pemutusan hubungan kerja akibat pendemi Covid-19. 

Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk makan keluarganya, suami Dina beralih menjadi pemudi ojek daring. Namun, karena sepi penumpang, pendapatannya pun tak pernah banyak. Keluarga Dina pun lebih memilih berhemat dengan menyantap makan-makanan sederhana. “Paling sering telur sama kecap. Alhamdulilah anak saya enggak seperti anak lain, jajan enggak harus dituruti. Pengertian banget sama kondisi orang tuanya,” kata Dina.[]