Humanity Food Truck Hadir di Salah Satu Pondok Pesantren Tertua di Bekasi

Santri di Pesantren At-Taqwa, Kota Bekasi, menjadi salah satu kalangan masih terdampak pandemi Covid-19. Pesantren At Taqwa merupakan salah satu pesantren tertua di Bekasi yang didirikan oleh pahlawan nasional asal Bekasi, KH. Noer Ali, pada 1953.

Seorang santri penghafal Alquran di Pesantren At Taqwa, Bekasi sedang menikmati makanan dari Humanity Food Truck, Kamis (31/12) siang. (ACTNews)

ACTNews, BEKASI Santri di Pesantren At-Taqwa, Kota Bekasi, menjadi salah satu kalangan masih terdampak pandemi Covid-19. Para santri terpaksa dipulangkan demi meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Dari 1.000 santri, kini yang menetap di pondok hanya 65 orang. Mereka merupakan santri penghafal Alquran. 

Pengurus Pondok Pesantren At-Taqwa, Anang, mengatakan, selama pandemi, kegiatan belajar dan mengajar tetap berjalan meski tidak optimal. Di sisi lain, pihak pesantren semakin memperketat pengawasan kesehatan kepada santri yang masih menetap, seperti pemeriksaan rutin kesehatan hingga ketersediaan bahan makanan untuk para santri penghafal Alquran.

“Begitu ada yang sakit atau kondisi kesehatan menurun langsung kita tangani, jadi memang lebih ketat (dari sebelum pandemi) dalam (pengawasan) kesehatan,” kata Anang. 

Mendukung upaya tersebut, Aksi Cepat Tanggap Bekasi mendistribusikan makanan siap santap melalui Humanity Food Truck, Kamis (31/12). Sebanyak 200 paket makanan diberikan untuk para santri, pengurus pondok pesantren, hingga warga sekitar. 

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada ACT dan para donatur yang telah mendukung kegiatan kami dengan bantuan makanan siap santap. Para santri senang dengan kedatangan teman-teman ACT,” kata Anang. 

Pesantren At Taqwa merupakan salah satu pesantren tertua di Bekasi yang didirikan oleh pahlawan nasional asal Bekasi, KH. Noer Ali, pada 1953. Kebutuhan pangan para santri pun tercukupi dengan jadwal makan sehari tiga kali. 

“Kalau kebutuhan pangan, alhamdulillah, sarapan, siang, dan sore. Sehari tiga kali. Namun, ya begitu, makanan pondok, tiga T (tahu, tempe, telur), diputer-puter saja. Alhamdulillah adanya Humanity Food Truck kalau kata santri itu perbaikan gizi,” kata Anang. 

Kepala Cabang ACT Kota Bekasi Ishaq Maulana mengatakan, kalangan pesantren memang menjadi salah satu tujuan program-program ACT Kota Bekasi. Menurut Ishaq, ikhtiar untuk mencetak dai-dai masa depan harus terus diperkuat dan didukung dengan ragam bantuan. khususnya kebutuhan pangan. 

“Maka itu selain ada operasi makan gratis di pesantren, ACT memiliki program Beras Untuk Santri, kami pun mengajak Sahabat Dermawan untuk turut serta dalam ikhtiar ini dengan menyalurkan sedekah terbaik melalui tautan Indonesia Dermawan,” pungkas Ishaq.[]