Humanity Food Truck Menemani Hari-Hari Pengungsi Rohingya

Ribuan makanan siap santap telah tersaji untuk pengungsi Rohingya beserta relawan yang bertugas di Aceh Utara. Truk berdapur ini terus menemani mereka, melewati hari-hari untuk menghapus duka.

Humanity Food Truck Menemani Hari-Hari Pengungsi Rohingya' photo
Tim Humanity Food Truck menyerahkan makanan siap santap ke pengungsi Rohingya di Aceh Utara. Proses memasak ratusan porsi makanan siap santap ini semuanya dilakukan di dalam truk berdapur tersebut. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, LHOKSEUMAWE – Setelah melakukan perjalanan darat empat hari lamanya, awal Juli lalu, Humanity Food Truck dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) tiba di lokasi penampungan sementara pengungsi Rohingya di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe. Di aksi pertama itu, ratusan porsi tersaji bagi sekitar 90 pengungsi Rohingya, petugas, serta relawan yang bertugas mengurus penyintas Rohingya. Akan tetapi, aksi tersebut bukanlah pertama dan terakhir, Humanity Food Truck terus mendampingi pengungsi Rohingya dan semua yang bertugas hingga hari ini.

Hingga Jumat (17/7), sudah dua pekan Humanity Food Truck menemani pengungsi Rohingya. Koordinator armada Humanity Food Truck Ryan Andriana Rachman mengatakan, sekitar 6.300 porsi makanan siap santap sudah dihidangkan truk berdapur dari ACT itu. Makanan siap santap memang menjadi kebutuhan utama bagi pengungsi, untuk itu juga armada terbaik ACT hadir di Lhokseumawe.

“Sampai saat ini sudah terhidang 6 ribuan porsi, jumlah tersebut akan terus bertambah karena Humanity Food Truck hingga beberapa hari ke depan akan terus menemani pengungsi dan relawan untuk menyediakan makanan siap santap,” jelas Ryan.

Saat ini pengungsi Rohingya telah dipindahtempatkan ke Balai Latihan Kerja Lhokseumawe. Pindahnya pengungsi ini juga membuat semua armada yang ACT kirim juga ikut pindah. Selain armada, tim Masyarakat Relawan Indonesi (MRI) di Aceh pun ikut bergerak untuk membantu dan terus menemani pengungsi di sana.


Pengungsi anak Rohingya di Aceh Utara menerima makanan siap santap dari Humanity Food Truck-ACT. (ACTNews)

Tim Program ACT Lhokseumawe Hidayatullah mengatakan, selain menyuplai kebutuhan makanan siap santap yang menjadi kebutuhan paling utama, ACT juga menyiagakan relawan untuk menghibur pengungsi. Berbagai aktivitas dijalankan, mulai dari bermain bersama relawan dan pengungsi anak, pendampingan psikososial, serta hiburan lainnya. “Senin (20/7) nanti, ACT dan Relawan MRI akan mengadakan dukungan psikososial lagi, hal itu agar mengurangi kemungkinan pengungsi merasa bosan karena nyaris satu bulan di Aceh untuk mengungsi,” jelas Dayat, Sabtu (18/7).

Perlu diketahui, pengungsi Rohingya akhir Juni lalu ditemukan terombang-ambing di laut Aceh Utara oleh nelayan setempat. Didata, ada sekitar 90 pengungsi yang melarikan diri akibat konflik kemanusiaan di Myanmar. Di antara mereka juga terdapat anak-anak. Mengetahui kabar tersebut, ACT segera mengirimkan bantuan pangan sebagai respons awal karena mereka diketahui datang tanpa perbekalan.

Di kampung halaman mereka sendiri, Myanmar, etnis Rohingya dalam kurun beberapa tahun terakhir harus menjadi korban konflik kemanusiaan. Konflik tersebut juga mengakibatkan adanya eksodus pengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian dari mereka bahkan ada yang nekat berlayar dengan kapal seadanya untuk menuju negara lain yang bisa memberikan perlindungan.

ACT, sejak konflik memanas beberapa tahun lalu telah melakukan berbagai pendampingan dan berlanjut hingga hari ini. Berbagai bantuan dikirim, baik untuk pengungsi yang berada di Bangladesh, negara tetangga Myanmar, atau Aceh karena tak sedikit etnis Rohingya yang ditemukan terdampar di sana. Bantuan yang ACT kirimkan merupakan hasil sedekah masyarakat.

“Aksi kebaikan untuk Rohingya tak pernah lepas dari peran serta masyarakat, salah satunya tercermin melalui berbagai bantuan yang tersalurkan, seperti makanan dari Humanity Food Truck. Namun, ini tidaklah cukup, karena etnis Rohingya di Aceh merupakan sebagian kecil dari besarnya komunitas muslim yang hingga kini masih dirundung duka di tanahnya sendiri,” tambah Dayat.[]


Bagikan