Humanity Food Truck Siap Penuhi Pangan Penduduk Suriah

Ikhtiar menghadirkan pangan terbaik untuk penduduk Suriah terus dilakukan Aksi Cepat Tanggap. Di awal Juli mendatang, kedermawanan masyarakat Indonesia akan terwujud dengan hadirnya Humanity Food Truck.

1
Pembuatan Humanity Food Truck dari ACT yang hampir selesai. (ACTNews)

ACTNews, IDLIB –  Rasa lapar pengungsi Suriah di Kota Idlib saat berpuasa, sudah awam mereka rasakan di luar bulan Ramadan. Menahannya seakan hal biasa bagi mereka. Tangisan anak yang kelaparan menjadi wajah kamp-kamp pengungsian.

Krisis dan konflik kemanusiaan berkepanjangan yang menimpa Suriah menyebabkan harga bahan-bahan pangan naik. Pengungsi yang tak memiliki uang, hanya bisa gigit jari sambil menahan laparnya. Mereka tidak mampu membeli makanan dan menggantungkan hidup pada bantuan kemanusiaan.

Kondisi ini yang kemudian membawa Aksi Cepat Tanggap (ACT) merespons dengan menghadirkan dapur  mobile alias Humanity Food Truck di Suriah. Setelah sukses di Indonesia dan Palestina, armada kemanusiaan wujud nyata kedermawanan masyarakat Indonesia ini bakal mengaspal di Suriah.

Amir Firdaus dari tim Global Humanity Respose-ACT mengatakan, truk berdapur di Suriah ini sudah mulai perakitan sejak 12 April lalu. Targetnya, 1 Juli mendatang bakal rampung dan siap melayani kebutuhan pangan penduduk Suriah.

“Kapasitas produksi makanan siap santap dari dapur truk ini sampai seribu porsi per hari,” jelas Amir, Kamis (22/04/2021).

Food Truck di Suriah ini sendiri memiliki panjang keseluruhan 5 meter yang 3,4 meter di antaranya merupakan boks yang difungsikan sebagai dapur. Meski ukurannya lebih kecil dari Humanity Food Truck yang ada di Indonesia, peralatan masak yang digunakan tetap modern, canggih dan sama dengan armada yang beroperasi Indonesia. Di dalamnya, akan terdapat generator listrik, serta tangki air dengan kapasitas 1 meter kubik.

“Dengan adanya Humanity Food Truck, tak hanya akan tersaji makanan lezat dan bergizi untuk pengungsi Suriah, tapi kedermawanan juga bisa menjangkau pengungsi di kamp lain, seperti di wilayah Atimah, Aqrabat, hingga Ad Dana. Tapi untuk saat ini, sambil menunggu perakitan selesai, selama Ramadan ikhtiar kami terus mendampingi penduduk dengan paket pangan seperti khobz atau roti khas di Suriah,” tambah Amir.[]