Humanity Medical Services Layani Kesehatan Penyintas Gempa Sulbar

Kesehatan menjadi salah satu aset penting yang harus dimiliki setiap orang dalam semua keadaan, termasuk ketika bencana. Hal ini lah yang sedang Aksi Cepat Tanggap ikhtiarkan ke penyintas bencana di Sulbar melalui layanan Humanity Medical Services.

Tim HMS-ACT memberikan obat ke balita yang telah diperiksa kondisi kesehatannya, Ahad (24/1/2021). Balita tersebut merupakan satu dari banyaknya penyitas anak di Sulawesi Barat yang hingga kini bertahan di pengungsian. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, MAMUJU – Sepekan pascagempa, warga di Mamuju dan Majene yang masih mengalami ketakutan dan tempat tinggalnya rusak masih bertahan di tenda pengungsian. Mereka tinggal dalam keadaan serba terbatas, mulai dari kondisi tenda, kebersihan, air, hingga sarana lainnya. Kondisi ini yang kemudian mampu berpengaruh besar pada kesehatan penyintas. Terlebih saat ini juga bertepatan dengan Covid-19 yang sedang mewabah di Indonesia, termasuk area bencana.

Sebagai salah satu lembaga kemanusiaan yang ikut dalam penanganan bencana di Sulawesi Barat, Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah mengirimkan tim Humanity Medical Services untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi penyintas. Didukung dokter, perawat, peracik obat serta ambulans pre-hospital, tim HMS telah berkeliling ke titik-titik pengungsian untuk memantau kondisi kesehatan warga terdampak gempa.

Koordinator Humanity Medical Services Dokter Muhammad Riedha Bambang mengatakan, pelayanan medis yang diberikan utamanya menyasar para penyintas yang masih bertahan di pengungsian dan mengalami luka akibat gempa. Hal tersebut mengingat kondisi pengungsian yang kurang layak hingga sepekan pascagempa, masih kurangnya kualitas kebersihan di sekitar tenda hingga asupan pangan yang terbatas bagi para pengungsi.

“Di beberapa titik pengungsian yang memiliki posko kesehatan mandiri, mereka masih kekurangan obat-obatan. Untuk itu, kami mendatangi selain untuk memberikan dukungan pemeriksaan medis, juga menyuplai obat,” ungkap Riedha ketika ditemui saat memberikan pelayanan kesehatan di pengungsian Dusun Sendana, Desa Botteng Utara, Kecamatan Simboro, Mamuju, Ahad (24/1/2021).

Selain mendatangi titik yang menampung cukup banyak pengungsi, tim Humanity Medical Services juga melakukan kunjungan ke rumah pengungsi yang tak bisa hadir ke lokasi pelayanan kesehatan. Aksi ini bakal dilakukan setiap hari untuk mendukung proses pemulihan pascabencana di Sulawesi Barat.

“Selain pelayanan kesehatan yang lengkap dengan dokter dan perawat, Humanity Medical Services juga memberikan pendampingan psikososial, khususnya ke anak-anak agar rasa takut dan kesedihan segera hilang,” tambah Riedha.[]