Humanity Medical Services Layani Penyintas Banjir Citarum

Kurang tidur, makan tak teratur hingga rendaman air yang menutupi kaki membawa dampak pada kesehatan penyintas banjir akibat jebolnya tanggul Citarum di Kabupaten Bekasi. Mereka berbondong-bondong memeriksa kondisi kesehatan ke tim Humanity Medical Services-ACT.

Layanan kesehatan HMS-ACT
Tim medis ACT tengah memeriksa pasien korban banjir tanggul sungai Citarum Kabupaten Bekasi, Senin (22/02/2021). Warga 5 desa di Kecamatan Pebayuran menjadi korban. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BEKASI Tanggul sungai Citarum di Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (20/02/2021) pukul 23.00 WIB jebol. Akibatnya lima desa di sekitarnya terendam banjir. Tak hanya pemukiman, banjir juga merendam sawah dan ladang di wilayah itu.

Akibat banjir tanggul jebol tersebut, banyak korban mulai mengeluh sakit, khususnya kulit. Tak hanya itu, akibat kurang tidur, tekanan darah penyintas juga mengalami kenaikan. Juga asam lambung naik karena belum makan sejak malam hingga siang menjadi keluhan paling banyak. Menurut tim Humanity Medical Services-ACT Indra, korban banjir tanggul jebol yang mengeluhkan sakit kulit, rata-rata merasakan gatal pada bagian kaki karena terlalu lama terendam air.

“Banyak faktor penyebab keluhan kesehatan penyintas, mulai dari genangan air, kurang tidur, hingga makan yang tak teratur karena kondisinya terbatas. Kondisi kesehatan penyintas diperparah jika yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit lain,” jelasnya, Senin (22/2/2021).

Ica, salah seorang korban banjir mengatakan, stok bahan pangan miliknya hilang tersapu banjir. Padahal ia sempat mengevakuasi stok bahan pangan tersebut ke tempat yang lebih tinggi. Akan tetapi banjir karena jebolnya tanggul ini cukup deras, membuat bahan pangan tersebut tetap saja terbawa arus. Akibatnya, ia dan keluarga hanya menggantungkan bantuan untuk urusan makan.

"Siang sampai maghrib saya di sekitar tanggul. Stok bahan pangan dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi, tapi sekarang enggak ada hanyut semua, beras dan padi 5 karung hanyut," kata Ica sesaat setelah memeriksakan kesehatannya ke tim Humanity Medical Services ACT.

Selain membuka layanan kesehatan melalui Humanity Medical Services, ACT juga mengirimkan bantuan logistik dan tim evakuasi ke lokasi bencana tanggul jebol di Kabupaten Bekasi. Bahan pangan seperti beras dan lauk pauk dikirim ke dapur umum dekat lokasi pengungsian. Hingga saat ini, ACT juga masih mengajak masyarakat untuk turut membantu penyintas banjir melalui laman Indonesia Dermawan.[]