Hunian Nyaman Terpadu Khusus Difabel Hadir di Donggala

Hunian Nyaman Terpadu Khusus Difabel Hadir di Donggala

Hunian Nyaman Terpadu Khusus Difabel Hadir di Donggala' photo
ACTNews, DONGGALA – Upaya penyediaan hunian nyaman bagi warga terdampak bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala masih berlanjut hingga kini.  Satu kompleks Hunian Nyaman Terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS) kembali hadir di Donggala. Berbeda dari sebelumnya, kompleks ICS baru di Desa Sumari, Donggala ini dikhususkan untuk penyandang disabilitas.
 
Hadirnya kompleks ICS khusus difabel tersebut merupakan hasil sinergi Aksi Cepat Tanggap (ACT) dengan Peace Winds Japan. Pembangunan memakan waktu 16 hari dengan melibatkan 70 orang relawan konstruksi. Kompleks Hunian Nyaman Terpadu ini telah rampung dibangun pada Sabtu (9/3) dan siap dihuni.
 

Kompleks ICS di Desa Sumari terdiri dari 96 unit hunian, 30 di antaranya dikhususkan untuk difabel. Tidak hanya itu, kompleks ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas umum seperti MCK, masjid, dapur umum, gudang, ruangan pencucian pakaian, dan tiga unit ruangan sekolah.
 
Koordinator Pembangunan ICS - ACT Dede Abdul Rochman mengatakan bahwa salah satu ciri dari hunian ramah difabel itu adalah adanya tangga yang landai dan miring. “Tangga yang  miring itu fungsinya untuk memudahkan para penyandang disabilitas maupun para lansia ketika masuk ke dalam ruangan,”  papar Dede.
 

Sementara itu, Kepala Desa Sumari Rahfin R. Lauda mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada ACT yang telah membantu warganya untuk mendapatkan hunian sementara yang layak serta dilengkapi dengan sejumlah fasilitas umum.

“Gempa bumi yang melanda wilayah kami pada 28 September 2018 lalu tidak hanya merusak kurang lebih 85 unit rumah warga namun juga mengakibatkan puluhan warga lainya mengalami luka berat dan hingga ringan. Dengan adanya hunian yang ramah difabel ini warga kami sangat terbantu. Terima kasih ACT”, ujarnya.
 

Hingga kini, puluhan kepala keluarga di Desa Sumari masih bertahan di tenda pengungsian. Selain karena rumah mereka mengalami rusak berat, sebagian warga mengaku masih trauma ketika berada di dalam ruangan. 

Pascabencana gempa bumi, tsunami, serta likuefaksi yang  melanda Palu, Sigi, dan Donggala pada 28 september 2018 silam, ACT telah membangun sebanyak 1.026 unit hunian yang tersebar di sepuluh lokasi, masing-masing di Palu, Sigi, dan Donggala. Selain ICS, ACT juga telah membangun Family Shelter yang tersebar di dua lokasi di Palu. []
 
Bagikan