Hunian Nyaman Terpadu Temani Ramadan Penyintas Gempa Sulbar

Kompleks hunian nyaman terpadu (ICS) di Mamuju resmi dihuni oleh 96 keluarga penyintas gempa. Tempat tinggal ini hadir tepat di detik-detik menjelang Ramadan. Akan tetapi, masih banyak juga penyintas di bulan suci ini yang bertahan di tenda terpal dan membutuhkan bantuan.

Penyerahan simbolis ICS dari ACT kepada penyintas gempa Mamuju, Senin (12/4/2021). (ACTNews)

ACTNews, MAMUJU – Detik-detik menjelang Ramadan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) meresmikan selesainya pembangunan hunian nyaman terpadu (ICS) di Dusun Sendana, Desa Botteng Utara, Simboro, Kabupaten Mamuju. Peresmian ini juga menjadi penanda bahwa tempat tinggal layak huni ini sudah bisa ditempati. Sebanyak 96 unit hunian ini diresmikan pada Senin (12/4/2021).

Ade Putra dari tim Program ACT Mamuju mengatakan, 96 pintu ICS ini dibagi dalam 5 blok. Di dalam satu hunian terdapat 5 ruang dan kompleks tersebut dilengkapi dengan taman bermain anak, toilet, dapur umum serta gudang. Bangunan yang berdiri di bekas salah satu lokasi terbesar di Mamuju ini dihuni oleh 130 jiwa.

“Per unit dihuni oleh satu keluarga. ICS ini pun bisa dihuni hingga 3 tahun ke depan. Selain tempat tinggal, kami juga menyiapkan fasilitas lain, karena ingin memberikan yang terbaik bagi korban bencana,” jelas Ade.

Sebanyak 96 keluarga penyintas saat ini tinggal di ICS Botteng Utara. Ade menjelaskan, penerima bantuan hunian ini merupakan warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah dan sudah tak layak huni serta prasejahtera. Selain itu, penyintas dari kalangan lansia, ibu hamil, dai, serta keluarga yang memiliki balita diprioritaskan menempati ICS.

Peresmian hunian nyaman terpadu ini, selain dihadiri oleh tim ACT, penerima manfaat, juga tokoh masyarakat. Sekretaris Desa Botteng Utara Nur Alam mengatakan, terbangunnya ICS ini sangat membantu warga terdampak gempa. Apalagi, peresmian yang bertepatan dengan momen menjelang Ramadan seakan menjadi hadiah istimewa bagi warga.

“Tempat tinggal ini layak ditempati sembari menunggu bantuan rumah permanen serta menjadi pekerjaan tamahan untuk membangun rumah sendiri. Tentunya, ICS ini sekarang jadi tempat paling nyaman untuk tinggal,” ungkapnya.

Selain hunian nyaman terpadu, di Dusun Sendana juga, ACT telah terlebih dahulu membangun Family Shelter untuk keluarga dai dan guru. Hunian nyaman untuk keluarga ini juga sudah ditempati sebagai pengganti bangunan rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Kepala Cabang ACT Mamuju Bakri Rahmat mengatakan, hunian nyaman terpadu ini menjadi solusi tempat tinggal di tengah masa pemulihan pascabencana Sulawesi Barat. Apalagi, di momen menjelang Ramadan, duka perlu segera dihapuskan. Sayang, ICS yang terbangun belum bisa dinikmati oleh seluruh penyintas.

“Kami mohon doa dan dukungannya, agar hunian serupa dapat terbangun di tempat lain untuk penyintas gempa. Hingga hari ini yang telah masuk bulan Ramadan, masih ada penyintas yang bertahan di tenda terpal dan membutuhkan berbagai macam bantuan, utamanya tempat tinggal,” jelas Rahmat, Selasa (13/04/2021).[]