Ibadah dan Menebar Ilmu Bermanfaat Jadi Motivasi Haeruman sebagai Pengajar

Haeruman meniatkan mengajar untuk beribadah. Ia ingin agar ilmu yang ia sampaikan menjadi amal yang tidak terputus jika dirinya nanti wafat.

guru honorer haeruman
Haeruman (tengah) bersama siswanya saat menerima bantuan dari Global Zakat-ACT. (ACTNews)

ACTNews, CIAMIS "Apabila manusia itu meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya."

Hadis Rasulullah SAW di atas diyakini betul oleh Haerumah, guru honorer di Desa Hargamanah, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis. Baginya, hadis tersebut yang membuat ia masih menjadi guru hingga detik ini. Ia ingin, jika sudah wafat nanti, ilmu yang disampaikan kepada siswanya dapat memberikan manfaat bagi kehidupan. 

"Ingin agar saya kebagian pahalanya dari ilmu-ilmu itu (yang diajarkan). Meski nanti saya sudah meninggal dunia, pahalanya tetap mengalir, insyaaallah," kata Haeruman kepada ACTNews, Rabu (1/12/2021).

Ikhlas mengajar membuat Haeruman tak pernah mempermasalahkan gaji yang ia terima setiap bulannya. Baginya, mengajar semata-mata ibadah dan bukan untuk mencari materi. 

"Kalau kebutuhan sehari-hari (bersumber dari) bertani, garap sawah milik kakak. Alhamdulillah hasil panen cukup untuk kebutuhan sehari-hari," kata pria yang sudah menjadi guru sejak tahun 1996 ini. 

Untuk mendukung perjuangan Haeruman, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup, Rabu (1/12/2021). Atas bantuan ini, Haeruman mengucapkan terima kasih dan berharap agar bantuan diperluas di banyak wilayah di Indonesia. "Jadi makin banyak guru yang dibantu," pungkasnya.[]