Ibu dan Anak di Yaman Kembali Dapatkan Layanan Kesehatan

Aksi Cepat Tanggap dan berbagai mitra senantiasa menunjang pelayanan kesehatan dan bantuan pangan tuntuk masyarakat Yaman. Desember lalu, pelayanan kesehatan kembali diberikan di dua unit fasilitas kesehatan di Distrik Hamadan.

Ibu dan Anak di Yaman Kembali Dapatkan Layanan Kesehatan' photo
Dokter memeriksa kondisi gizi seorang anak di Unit Kesehatan Ablas, Distrik Hamdan, Desember 2019 lalu. Lebih dari 60 balita menderita malnutri akut. Ukuran lengan mereka berada di zona merah sebagaimana ditunjukkan meteran nutrisi. (ACTNews)

ACTNews. HAMADAN – Sebagian pasien anak yang memeriksakan kesehatan di unit pelayanan kesehatan Aksi Cepat Tanggap mengalami malnutrisi akut. Pertumbuhan mereka terhambat karena tidak mendapat asupan gizi dengan baik.

Pada Desember lalu, 5.305 balita memeriksakan kesehatan di dua unit pelayanan kesehatan ACT. Di Unit Kesehatan Qa’a Al-Earah, Distrik Hamdan, Kegubernuran Sanaa, 3.128 balita berkunjung. Dari tiga ribu lebih pasien yang diperiksa, 106 balita mengalami malnutrisi akut dan 196 balita mengalami malnutrisi tingkat menengah. Sedangkan, 66 balita dari 2.177 balita yang memeriksakan diri di Unit Kesehatan Ablas mengalami gizi buruk.

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) – Aksi Cepat Tanggap melaporkan, layanan kesehatan ACT juga melayani ibu hamil dan menyusui. “Lebih dari 1.300 ibu hamil dan menyusui memeriksakan kesehatan mereka pada Desember lalu. Sebagian di antaranya mengalami kekurangan gizi akut dan menengah,” kata Faradiba, Senin (27/1).

Selama bertahun-tahun, kondisi kesehatan di Yaman kian memprihatinkan. Banyak anak-anak yang kekurangan gizi dan terhambat pertumbuhan, kolera yang menyerang anak-anak dan ibu, sedikitnya tenaga medis, terlebih lagi untuk anak-anak dan ibu hamil menyusui. Kondisi ini, kata Faradiba, mendorong ACT untuk menghadirkan pelayanan kesehatan di Yaman.

“Dibutuhkan upaya pendidikan kesehatan untuk keluarga agar anak-anak terhindar dari malnutrisi. Banyak kasus anak lahir cacat, keguguran, prematur, dan ibu yang meninggal ketika melahirkan. Salah satunya karena kurangnya kepedulian calon ibu dalam merawat kesahatan diri dan janin,” lanjut Faradiba. Belum lagi, anak-anak dan ibu hamil menyusui harus menderita akibat konflik berkepanjangan dan anjloknya keadaan ekonomi sosial Yaman.[]


Bagikan

Terpopuler