Ibu Kritis dan Meninggal Akibat Covid-19, Aisiyah Dilahirkan Prematur

Aisiyah harus dilahirkan secara prematur sebagai upaya penyelamatan lantaran kondisi ibunya kritis akibat positif Covid-19. Ia dilahirkan dengan berat satu kilogram.

aisiyah ditinggal ibu
Aisiyah sedang ditimang oleh saudara perempuan mendiang sang ibu. (ACTNews)

ACTNews, MADIUN – Covid-19 membuat banyak orang kehilangan anggota keluarganya. Aisiyah harus dilahirkan secara prematur karena kondisi sang ibu kritis akibat Covid-19, hingga akhirnya wafat.

Saat ini Aisiyah diasuh oleh kakak perempuan mendiang ibunya. Tim Program ACT Madiun, Aferu Fajar mengatakan, Aisiyah harus dilahirkan secara prematur sebagai upaya penyelamatan lantaran kondisi ibunya kritis akibat positif Covid-19. Ia dilahirkan dengan berat satu kilogram di usia kandungan delapan bulan.

“Saat ini Aisiyah diasuh oleh budenya karena ibunya sudah meninggal. Sedangkan keluarga yang lain masih positif,” kata Fajar, Senin (12/7/2021).

Fajar melanjutkan, kondisi Aisiyah saat ini sudah lebih baik sejak dilahirkan Juni lalu. Beratnya sudah bertambah dan dalam kondisi sehat. Namun karena ditinggal sang ibu, Aisiyah tidak bisa menikmati ASI dan harus diberi asupan susu formula.

“Meski sudah lebih baik, namun Aisiyah yang ditinggal sang ibu tidak bisa menikmati ASI. Untuk itu, ACT Madiun mengirimkan bantuan berupa susu bagi anak usia 0-6 bulan, Senin (12/7/2021). Ia tidak pernah bisa melihat ibunya yang sudah wafat demi melahirkannya, sang ibu rela mengorbankan nyawanya,” jelas Fajar.

Fajar berharap, bantuan gizi susu agar perkembangan Aisiyah semakin membaik dan bisa tumbuh sebagai anak yang sholehah dan berguna bagi bangsa dan negara. Di tengah pandemi Covid-19 yang masih mengganas dan merenggut banyak nyawa, Fajar mengajak warga sadar akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

“Jangan sampai banyak Aisiyah yang lain. Juga mari berempati kepada warga yang kesulitan ekonomi atau warga pra sejahtera yang sedang isolasi mandiri, dengan membantunya,” ujarnya. []