Icih Bertahan Tanpa Pekerjaan di Kala Pandemi

Icih awalnya bekerja sebagai seorang asisten rumah tangga, tetapi pandemi membuatnya kehilangan pekerjaaan. Kini ia sampai menjual barang-barangnya untuk menyambung hidup.

Icih Bertahan Tanpa Pekerjaan di Kala Pandemi' photo
Icih sedang memandangi bantuan beras yang ia dapatkan. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Icih Maesaroh (46) sudah dua bulan dirumahkan. Ia sama sekali tidak bekerja setelahnya. Pun untuk menghidupi ayah dan kedua anaknya, ia mesti bertahan dengan kebutuhan seadanya. Apa pun yang tersedia pada hari itu, maka itulah rezekinya.

Awalnya ia bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah apartemen. Tetapi pandemi yang hadir membuatnya mesti berhenti dari pekerjaannya. Mencari kerja pun bukan jadi pilihan karena kondisi ekonomi secara keseluruhan sedang tidak stabil. Walhasil, ia menjual barang-barangnya yang ada.

“Apa yang ada, saya jual. Habis bagaimana, kalau mau sayur misalnya, harus beli. Saya sudah jual emas juga kemarin,” kata Icih.

Selain untuk kebutuhan sehari-hari, tagihan kontrakan juga menunggu Icih. Ia bingung bagaimana caranya harus membayar kontrakan sementara untuk saat ini ia tak lagi memiliki penghasilan. Beruntung dua bulan ke belakang uang selalu ada untuk membayar sewa meski ke depannya ia masih bingung untuk membayarnya.


Salah satu ruangan kontrakan Icih. (ACTNews/Reza Mardhani)

“Kan kita mengontrak, dan kalau mengontrak butuh uang untuk bayar. Sementara orang yang punya kontrakan tidak mau tahu. Harus bayar, jadi harus ada uangnya begitu,” jelas Icih.

Ditambah saat ini, pandemi datang bersamaan dengan hadirnya Ramadan dan hari raya Idulfitri, di mana banyak kebutuhan yang mesti dipenuhi. Bahkan ia tak mempersiapkan sesuatu sama sekali untuk Lebaran tahun ini.

“Paling seadanya saja, yang penting ada yang bisa dimakan, ya sudah itu saja. Kalau seperti tahun kemarin kan mendingan, ada duit untuk beli sesuatu. Kalau sekarang kan tidak kerja, ya apa adanya,” ucap Icih.


Suatu kali teman Icih merekomendasikan kepadanya tentang nomor Humanity Care Line Aksi Cepat Tanggap (ACT). Di hari kedua setelah menelepon, beras tersebut benar-benar sampai di depan rumahnya. “Dengan adanya program ini, alhamdulillah kita bersyukur. Buat menyambung-nyambung sehari-hari untuk makan, jadi kita tidak perlu beli sendiri,” jelas Icih.

Tak lupa, Icih juga menyampaikan terima kasihnya kepada para dermawan. “Terima kasih kami ucapkan kepada para dermawan. Berkat keikhlasan para dermawan menyisihkan rezekinya, kami bisa menikmati indahnya Idulfitri,” tutur Icih.

Sejak Senin (8/5) lalu, ACT menghadirkan Humanity Bikers yang menunjang program Humanity Care Line. Para pengendara ojek atau bikers mengantarkan langsung ke pintu penerima manfaat. Melalui layanan Humanity Bikers, ACT memberdayakan para karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja. Selama 3 hari beroperasi, Humanity Bikers telah memberdayakan sebanyak 250 pengemudi. []


Bagikan