Iduladha 1442 Hijriah, Kurban Sahabat Dermawan Kembali Sapa Somalia

Ratusan hewan kurban disembelih, dan dagingnya dibagikan untuk 70.728 pengungsi dan warga prasejahtera lainnya di negara mayoritas muslim tersebut.

kurban di somalia
Pengungsi Somalia menerima daging kurban dari Global Qurban-ACT. (ACTNews)

ACTNews, SOMALIA – Ikhtiar Global Qurban-ACT untuk menghadirkan ibadah kurban di berbagai penjuru dunia telah dilaksanakan. Benua Afrika yang diisi negara-negara dengan tingkat krisis pangan yang tinggi menjadi salah satu target distribusi. Somalia misalnya. Iduladha 1442 hijriah ini, kurban Sahabat Dermawan di Indonesia Kembali menyapa warga Somalia.

Distribusi daging kurban di negara dengan mayoritas penduduk muslim tersebut, menargetkan para pengungsi internal. Ada ratusan hewan kurban yang disembelih, mencakup sapi, kambing, dan unta.

“Alhamdulillah, sapi yang dikurbankan memiliki kisaran berat mencapai 220 hingga 250 kilogram. Sedangkan kambing memiliki berat 40 kilogram. Kemudian unta dengan berat 300 kilogram. Semua hewan tersebut memenuhi syarat menjadi hewan kurban, serta berusia cukup dan kesehatannya sangat baik,” ujar ujar Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response, Jumat (30/7/2021).

Sementara itu, tim program ACT Somalia, Safia Shukri Hilowl mengatakan, proses pendistribusian tidak dilakukan hanya di satu titik tetapi menyebar ke berbagai wilayah. Di antaranya yaitu, Mogadishu, Hargeisa Somaliland, dan beberapa daerah lain. Total 70.728 pengungsi dan warga prasejahtera di Somalia menjadi penerima distribusi daging kurban kualitas terbaik ini.

Salah satu pengungsi internal bernama Mulki menuturkan, ia dan keluarganya sangat bersyukur turut bisa menikmati daging pada Isuladha kali ini dalam jumlah yang cukup banyak. Mulki berharap, di Iduladha tahun depan, ia bisa Kembali menerima daging kurban Sahabat Dermawan dari Indonesia.

“Saya punya 7 anak. Pekerjaan saya serabutan. Bekerja apa saja yang bisa saya lakukan. Biasanya menjadi buruh cuci pakaian. Hari ini kami senang sekali bisa mendapat daging sebanyak ini. Kami akan berdoa untuk muslim dan Muslimah di Indonesia. Terima kasih banyak,” kata Mulki.

Para pengungsi internal di Somalia telah lama hidup dalam kesulitan. Kekeringan menjadi salah satu faktor utamanya. Menyebabkan kasus kerawanan pangan melonjak, dan kelaparan menjadi hal biasa di negara dengan luas lebih dari 637 kilometer persegi tersebut. Jangankan makan daging, membeli makan-makanan yang ala kadarnya pun sangat sulit bagi mereka.[]