Iduladha dan Kriteria Wajib dalam Berkurban

Iduladha dan Kriteria Wajib dalam Berkurban

Iduladha dan Kriteria Wajib dalam Berkurban' photo

ACTNews, JAKARTAPerintah berkurban telah diturunkan oleh Allah SWT melalui firman-Nya. Perintah itu pun telah disampaikan dalam beberapa ayat Alquran yang diturunkan dalam surat yang berbeda-beda. Salah satu ayat yang mengandung pesan tentang berkurban yaitu surat Al-Hajj ayat 37.

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Ibadah berkurban hukumnya sunnah mu’akkad, yang berarti tidak berkurban, tidak apa-apa. Namun, bukan berarti kita jadi tidak berupaya untuk melaksanakan ibadah kurban. Selama ini stigma mayoritas muslim menganggap bahwa hanya umat yang ‘mampu’ saja yang diwajibkan untuk berkurban. Padahal masih ada beberapa kriteria lain bagi yang ingin memenuhi perintah tersebut.

Lebih jauh mendalami kriteria berkurban, jika seseorang memiliki harta yang cukup, ia wajib berkurban. Tidak hanya harta tunai, mereka yang memiliki harta non tunai juga bisa melaksanakan ibadah kurban. Misal, ada seseorang yang memiliki mobil mewah, tanah, atau barang yang bernilai tinggi dan dapat diuangkan, mereka bisa ikut berkurban.

Baik wanita maupun pria, tidak ada perbedaan di antara keduanya, mereka punya anjuran yang sama. Bagi sebuah keluarga, yang suami atau istrinya memiliki harta lebih bisa berkurban satu hewan dengan mengatasnamakan satu keluarga mereka atau satu nama individu saja. Bahkan apabila mereka memiliki anggota keluarga yang telah meninggal dunia, keluarga yang masih hidup bisa berkurban dengan mengatasnamakan orang yang bersangkutan.

Hewan yang boleh dikurbankan adalah kambing atau domba,sapi, dan unta yang sehat dan tidak memiliki cacat sama sekali. Ketentuan itu berdasarkan hadis Rasulullah dari riwayat seorang sahabat Al Baaro’ bin ‘Aazib Rodhiyallahu ‘anha yang berbunyi, “Empat hal yang tidak sah qurban dengannya: ‘auroo’ yang jelas, Al Mariidhoh yang jelas, ‘arjaa’ yang jelas dan kurus yang tidak ada tulang sum-sumnya.”

Ustaz DR. Amir Faisal Fath mengatakan bahwa berkurban bisa dijadikan persembahan umat Muslim kepada Tuhan-Nya. “Anggap ini hadiah kita sebaga umat kepada Allah, jadi berilah sesuatu yang terbaik. Berkurban dengan hewan yang terbaik, tidak ada yang cacat dan tidak ada penyakit. Allah akan bangga ketika kita memberikan yang baik,” ujar Ustaz Amir Faisal.

Ketiga hewan itu memiliki kriteria usia hewan yang berbeda agar boleh dikurbankan. Satu tahun untuk kambing, dua tahun untuk sapi, dan lima tahun untuk unta. Satu ekor kambing diperbolehkan untuk satu nama pribadi maupun satu keluarga. Berbeda dengan kambing, seekor sapi bisa mengatasnamakan tujuh nama pribadi ataupun keluarga.

 

Proses penyembelihan disunahkan untuk dilakukan oleh orang yang berkurban. Namun, jika orang yang bersangkutan tidak mampu, ia bisa meminta tolong kepada pemotong hewan qurban.

Nantinya, sepertiga daging yang disembelih dapat dibagikan kepada kaum fakir dan miskin. Sepertiga lagi untuk dihadiahkan kepada para tetangga di sekitar rumah mereka. Sisanya bisa dikonsumsi untuk keluarga yang berkurban. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan