Iduladha Mendatang, Berkah Kurban Akan Jangkau Bumi Lamaddukelleng

Menjelang Iduladha, Global Qurban - ACT Sulawesi Selatan telah menyapkan target distribusi kurban. Salah satunya Kabupaten Wajo, yang kerap terdampak krisis air bersih dan sempat dilanda banjir.

Pembagian daging kurban kepada salah satu penerima manfaat di Desa Wajoriaja pada 2019 lalu. (ACTNews)

ACTNews, MAKASSAR – Sebentar lagi umat Islam akan merayakan Hari Raya Iduladha, tepatnya di penghujung Juli mendatang. Ibadah kurban menjadi ibadah sunnah yang paling dianjurkan saat momen hari raya tersebut. Momen berbagi menjadi momen yang ditunggu, mengingat sulitnya perekonomian masyarakat makin terasa di tengah wabah Covid-19 yang saat ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.  

Kebahagiaan itu yang ingin dibagi oleh Global Qurban – ACT Sulawesi Selatan. Catherin Imran  selaku Kepala Cabang Global Qurban - ACT Sulawesi Selatan mengatakan, tahun ini Global Qurban – ACT menargetkan akan kembali menyalurkan ratusan ribu hewan kurban ke pelosok negeri hingga mancanegara. Untuk wilayah Sulawesi Selatan, lokasi yang telah dipilih salah satunya adalah Kabupaten Wajo.

“Insyaallah tahun ini Global Qurban – ACT akan kembali menyalurkan ratusan ribu ekor setara kambing dan didistribusikan ke berbagai wilayah pelosok Indonesia hingga ke negara terdampak krisis kemanusiaan. Salah satu wilayah implementasinya yaitu Bumi Lamaddukelleng atau Kabupaten Wajo, tepatnya di Desa Temmabarang, Kecamatan Penrang,” ujar Catherin pada Rabu (8/7) lalu.


Para penerima manfaat yang mendapatkan daging kurban pada tahun lalu di Sulawesi Selatan. (ACTNews)

Global Qurban – ACT hendak menyasar masyarakat Desa Temmabarang. Desa ini dihuni sekitar 532 kepala keluarga atau setara dengan 2.430 jiwa. Sektor pertanian merupakan salah satu sumber utama dari penghasilan masyarakat setempat.

Kendala masyarakat saat ini adalah sungai yang biasa dijadikan sumber untuk mengairi pertanian belum bisa berfungsi secara berkelanjutan karena masih menggunakan konsep air tadah hujan. “Sehingga ketika musim kemarau banyak dari pertanian warga yang mengalami gagal panen yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat,” jelas Catherin.

Ditambah pada Juni lalu, wilayah ini baru saja terdampak bencana banjir. Bahkan sampai 14 kecamatan di Kabupaten Wajo terdampak oleh banjir tersebut. Banjir menerjang akibat curah hujan yang tinggi dan bencana itu terjadi setiap tahunnya.


“Jadi kesulitan mereka saat ini bukan hanya pandemi, tetapi juga bencana. Melalui rencana distribusi kurban nanti, kita juga berharap dapat membantu para korban banjir di Kabupaten Wajo. Oleh karenanya, kami berharap dukungan para dermawan pada kurban tahun ini,” pungkas Catherin.

Hadirnya Global Qurban – ACT di Kabupaten Wajo sebagai solusi pemerataan pendistribusian hewan kurban. Dengan demikian, maslahatnya dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan di pelosok. Seperti pada Idul Adha tahun lalu, sebanyak 26.558 ekor hewan setara kambing yang diamanahkan oleh pekurban dari Indonesia dan telah sampai ke keluarga prasejahtera di pelosok Indonesia hingga mancanegara. []