Idulfitri Ini, Anak-Anak Kashmir Mendapatkan Hadiah Lebaran dari Indonesia

204 hadiah Lebaran ini, hadir untuk membahagiakan Idulfitri mereka meskipun di tengah ketegangan konflik.

Idulfitri Ini, Anak-Anak Kashmir Mendapatkan Hadiah Lebaran dari Indonesia' photo

ACTNews, KASHMIR - Anak-anak riuh berkumpul di sebuah bangunan di Kota Srinagar, Kashmir, Ahad (2/6). Masing-masing dari mereka menenteng sebuah paket yang dibungkus kertas berwarna keemasan. Paket-paket yang mereka bawa itu merupakan hadiah Lebaran, bentuk kepedulian dari saudara muslim mereka yang jauh tinggal di Indonesia.

Bukan tanpa alasan, paket-paket tersebut ada untuk meringankan kesulitan mereka di Lebaran ini. Kemiskinan dan konflik adalah dua isu penting yang menghantui masyarakat di negara bagian India Utara tersebut.


“Sebanyak 204 paket hadiah Lebaran yang kita bagikan adalah untuk anak-anak yang berasal dari keluarga miskin yang terdampak akibat konflik di Kashmir. Paket lebaran ini yang akan menemani hari raya mereka agar selalu bersemangat bagaimanapun kondisi mereka saat ini,” ujar Sucita Ramadinda dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT pada Sabtu (8/6).

Selain paket Lebaran, sebanyak 606 paket pangan juga sempat dibagikan kepada masyarakat prasejahtera di Kashmir pada Mei lalu. Sucita berharap, dengan adanya paket Lebaran dan paket pangan, mereka dapat merasakan kebahagiaan yang sama dengan yang dirasakan saudara muslim lainnya di dunia.

“Jadi mereka dapat merasakan juga suasana bahagianya ketika memasuki bulan Syawal ini seperti saudara-saudara muslim lainnya di dunia, termasuk seperti halnya ketika kita merayakan Idulfitri di Indonesia,” katanya.


Konflik yang terjadi sejak tahun 1947 memang menyisakan banyak duka bagi warga Kashmir. Al Jazeera melaporkan data terakhir dari pemerintah Jammu dan Kashmir pada tahun 2014-2015, terdapat 21,6 persen warga Jammu dan Kashmir yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan untuk membeli baju saat musim dingin saja, mereka tidak mampu.

Angka kemiskinan tersebut adalah dampak langsung dari konflik menahun yang tak kunjung usai hingga kini. Bahkan pada Februari tahun ini, BBC Indonesia melaporkan, sebuah bom kembali meledak disertai dengan rangkaian aksi tembak-menembak yang menewaskan tidak kurang dari 50 orang. Serangan tersebut merupakan salah satu serangan yang paling mematikan di Kashmir selama puluhan tahun. []

Bagikan