Ifana, Pekurban Global Qurban: “Tabungan Qurban ini Memudahkan Ibadah Kurban Saya”

Ifana, Pekurban Global Qurban: “Tabungan Qurban ini Memudahkan Ibadah Kurban Saya”

IBADAH kurban adalah salahsatu ibadah mahdhah, karena terdapat ketentuan syariat yang mengaturnya secara rinci, yang mempunyai dampak luar biasa terhadap sosial dan ekonomi umat Islam di seluruh pelosok dunia. Melalui ibadah kurban, maka terciptalah ukhuwah islamiyah yang konkret antar sesama umat Islam, antara pekurban yang secara ekonomi berkecukupan (sejahtera) dengan penerima manfaat kurban, yang secara ekonomi prasejahtera.                       

Kesadaran umat Islam di Indonesia terhadap pelaksanaan ibadah kurban, terus mengalami peningkatan. Hal itu bisa dilihat dari partisipasi umat Islam Indonesia dalam menunaikan ibadah kurbannya melalui Program Global Qurban. Jumlah pekurban di Global Qurban setiap tahunnya mengalami peningkatan, hal tersebut bisa dilihat dari jumlah hewan kurban di Program Global Qurban, yang terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan.  

Sejak tahun pertama Global Qurban digelar tahun 2011 lalu, dengan jumlah hewan kurban sejumlah 2.580 ekor setara kambing, hingga di tahun 2016 dengan jumlah hewan kurban mengalami peningkatan sejumlahnya 16.574 ekor. Peningkatan jumlah hewan kurban tersebut merupakan imbas dari meningkatnya jumlah pekurban yang berkurban di Global Qurban. Peningkatan jumlah pekurban tersebut pertanda bahwa kepercayaan umat Islam Indonesia terhadap Global Qurban dari tahun ke tahun terus meningkat.

Dengan beberapa varian produknya Global Qurban memberikan kemudahan berkurban umat Islam dari berbagai strata sosial dan ekonomi umat Islam. Varian produk kurban tersebut diantaranya: Qurban Progressif, Tabungan Qurban, Qurban Intensif, Sedekah Qurban, Wakaf Qurban dan Qurban Reguler.

Kemudahan Program Global Qurban dengan variasi programnya diakui para pekurban memudahkan pekurban dalam proses pembayarannya. Seperti diungkapkan oleh Ifana (37), pekurban Global Qurban yang berkurban melalui Program Tabungan Qurban. Ia mengaku sebelum Ia berkurban di Global Qurban sempat gelisah, karena setiap menjelang Idul Adha ia selalu mengalami kesulitan dalam proses berkurbannya. Padahal Ia berkeinginan proses berkurbanya lebih efektif, mudah dan memberikan manfaat yang lebih serta tepat sasaran. Dengan keadaan seperti itu, Ia terus melakukan pencarian lembaga kurban yang bisa memenuhi keinginannya.

“Dulu saya kesulitan berkurban karena harus beli sendiri, selain itu harga di pasaran ternak setiap tahunnya mengalami kenaikan. Terus saya mencari lembaga kurban yang bisa memudahkan saya berkurban. Nah, saya pun kebetulan lihat spanduk Global Qurban di tepi jalan dan saya pun langsung cek websitenya. Setelah saya melihat penjelasannnya di website, maka saya memutuskan untuk berkurban di GQ-ACT, sampai tahun ini,”ujarnya, yang mengaku mulai berkurban sejak tahun 2014.

Melalui program Tabungan Qurban ini, Global Qurban mecoba memudahkan para pekurban. Pekurban bisa memilih dan memutuskan sendiri besaran tabungan kurban perbulannya, waktu pelunasan dan cara pembayarannya. Yang lebih istimewa dari program ini adalah pekurban bisa mendapatkan harga istimewa sesuai periode pelunasannya. Layanan lainnya, peserta tabungan kurban akan mendapatkan report (laporan) jumlah tabungan  disetiap bulannya.

“Saya sudah ‘klik’ memlih berkurban di Global Qurban, karena Global Qurban  selalu memberikan laporannnya kepada saya dengan laporan berganda, melalui  e-mail, sms dan laporan fisik/ berupa dokumen implementasi dan majalah. Selain itu saya juga bisa cek di webnya dan nama saya tertera disitu. Dilaporan dokumen implementasi kurban, juga dilampirkan bukti foto hewan kurban sebelum disembelih, sesudah disembelih dan proses distribusi dengan nama si pekurban,”terangnya. Mantan aktivis Dewan Kerohanian Masjid/DKM IPB ini menambahkan, dikurban pertamanya implementasi penyembelihan hewan kurbannnya dilakukan di Nusa Tenggara Barat, sedangkan di tahun kedua dilakukan di mancananegara, yaitu di Negara Somalia.      

Itulah yang menjadi alasan Alumnus IPB tahun 2003 ini untuk mengikuti program Tabungan Qurban. Ia sangat percaya terhadap Global Qurban yang bekerja secara profesional, transparan dengan  laporannya dilakukan beberapa tahap. Dengan kemudahan itulah Ibu 2 anak ini memutuskan berkurban di Global Qurban (sudah 4 tahun lamanya), yang setiap tahunnya terus mengalami proses penyempurnaan hingga semakin memudahkanya.       

“Saya sangat nyaman  berkurban di Global Qurban, karena tiap tahunnya mengalami kemudahan.Tahun pertama awalnya setiap bulannya ditentukan nominalnya, namun di tahun 2017 ini lebih mudah lagi, saya bisa menabung kurban sesuai dengan keadaan keuangan saya.Yang terpenting diakhir menjelang Idul Adha tabungannya terpenuhi,”tuturnya, saat berbincang di Kantornya, di PT.Anugerah Parmanindo Lestari, salahsatu perusahaan yang memproduksi obat untuk apotek dan rumah sakit, di Serpong – Kota Tangerang.        

Ifana mulai berkurban ketika Ia bekerja di kantornya saat masih menjabat sebagai staf, hingga saat ini yang sudah menjabat menjadi manajer. Komitmennya untuk terus berkurban setiap tahunnya merupakan bentuk implementasi impian hidupnya yang selalu Ia pegang yaitu “Hidup Mulia atau Mati Syahid”. Ia ingin selama hidupnya selalu dihiasi dengan kemuliaan, sehingga kalau Ia ditakdirkan meninggal dunia, dirinya dalam keadaan mati syahid dengan amalan yang baik yang dilakukannya.           

“Hidup mulia itu tanpa batas bisa terus dan terus ditingkatkan. Sedangkan mati syahid adalah ujung cita-cita seorang muslim. Karena matinya umat manusia itu merupakan awal dari kehidupan, bukan akhir kehidupan,”tegas  alumnus SMA 4 Surabaya tahun 1998 ini.

Menurut Ifana, salahsatu kelebihan dari Global Qurban adalah  pengadaan hewan kurbannnya memberdayakan masyarakat desa melalui program Lumbung Ternak Masyarakat/LTM, sehingga mampu  menggerakan ekonomi masyarakat yang terdiri dari para peternak dan para petani. 

“Saya berharap Global Qurban selain distribusi penyebarannya lebih banyak lagi, juga lebih banyak lagi memberdayakan para peternak dan petani di daerah melalui program LTM ini, sehinggga mereka  semakin berdaya,”pungkasnya penuh harap.[]  

 

Tag

Belum ada tag sama sekali