Iftar Bergizi, Oasis bagi Warga Yaman di Tengah Krisis Pangan

Bahkan pada bulan Ramadan, tidak ada jaminan pangan untuk berbuka puasa dan sahur masyarakat Yaman yang hidup dilingkupi perang

Iftar Bergizi, Oasis bagi Warga Yaman di Tengah Krisis Pangan' photo

ACTNews, SANA’A, HODOEIDA, IBB - Warga Yaman di Gubernuran Sana'a harus tinggal bertahun-tahun di bawah reruntuhan atau pun rumah-rumah tua. Konflik membuat kehidupan mereka porak poranda. Bahkan untuk menyambung hidup, mereka tidak tahu apa yang bisa mereka makan esok hari.

Bulan Ramadan ini, kehidupan mereka tidak banyak berubah. Bahan makanan sukar didapat. Sekali pun ada bahan pangan, tidak ada uang yang bisa digunakan untuk membeli. Semua serba sulit. Salah satu hal yang mereka gantungkan untuk bertahan hidup adalah kedermawanan masyarakat dunia.

Krisis inilah yang tengah diredam para dermawan Indonesia. Ramadan ini, masyarakat Indonesia berikhtiar menjaga kesediaan pangan saudara di Yaman. Melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT), kepedulian itu ditunaikan. Sabtu (25/5) hingga Kamis (30/5) lalu, iftar bergizi dibagikan kepada warga Yaman. Kedermawanan masif ini menghadirkan oasis bagi warga Yaman di tengah krisis pangan dan kemelut perang yang terus berlanjut.




“Iftar dibagikan di dua lokasi, Shamlan dan Alsowda yang terletak di Distrik Hamdan, Sana'a. Menu makanan terdiri dari nasi, daging, sayur-sayuran, buah, dan roti,” lapor Andy Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) - Aksi Cepat Tanggap (GHR - ACT).

Iftar bergizi juga dibagikan di wilayah Hodeidah dan Ibb. Mereka juga masyarakat yang tinggal di lokasi terdampak perang, bahkan  hidup di reruntuhan bangunan. Total penerima manfaat iftar Yaman di minggu ketiga Ramadan mencapai hampir 10.000 jiwa.

Perang memang merenggut kehidupan warga Yaman. Akibat perang, lebih dari 20 juta penduduk Yaman mengalami krisis pangan. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, Program Pangan Dunia, dan Organisasi PBB untuk Anak-anak mengatakan, perang di Yaman berkontribusi membuat krisis kemanusiaan terburuk, sebagaimana dikabarkan VOA akhir 2018. Sekitar 15,9 juta orang Yaman bangun dalam  keadaan lapar, 20 juta orang menderita kerawanan pangan parah. []

Bagikan