Iftar dari Dermawan Indonesia Ringankan Beban Pengungsi Suriah

ACT mendistribusikan 1.500 paket iftar kepada pengungsi di Sanliurfa.

Iftar dari Dermawan Indonesia Ringankan Beban Pengungsi Suriah' photo

ACTNews, SANLIURFA - Waktu berbuka puasa seolah tak kunjung datang, padahal tinggal empat menit menjelang. Anak-anak pengungsi Suriah di Kamp Suruç, Sanliurfa, Turki, sampai-sampai mengintip kotak yang ada di hadapan mereka. Tampak nasi beserta ayam, roti, dan air putih akan menuntaskan lapar serta haus mereka hari itu, sementara sebotol yoghurt dan manisan di kotak akan jadi hidangan penutup.

Berkumpul bersama seribu orang lainnya, anak-anak tersebut tak perlu bingung untuk mencari makanan berbuka puasa pada Kamis (30/5) itu. Para dermawan Indonesia mengirimkan paket iftar kepada mereka melalui Aksi Cepat Tanggap untuk meringankan beban mereka di pengungsian.

“Cuaca di Turki sangat panas. Sampai hari ini di Sanliurfa sampai 40 derajat Celsius, dan harus dilalui selama 18 jam oleh kaum muslimin di Sanliurfa. Bisa kita bayangkan, saudara kita yang hidup hanya dengan terpal dan kain dan harus melalui Ramadan yang panas ini di perkemahan yang jauh dari rumah mereka,” ujar Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT, Kamis (30/5).


Kamp Suruç di Sanliurfa, perbatasan antara Turki dan Suriah, telah berdiri sejak empat tahun yang lalu dan hingga hari ini masih melayani pengungsi di Suriah. Pemerintah Turki masih memberikan perlindungan kepada mereka di atas tanah seluas 100 hektare tersebut.

Faradiba mengatakan, semenjak awal berdiri, kamp tersebut menampung sekitar 30.000 orang. Namun, kini jumlahnya telah jauh berkurang karena para pengungsi telah mendapatkan penghidupan lebih baik ataupun kembali ke rumahnya yang telah aman.

“Sampai hari ini, hanya ada 1.500 jiwa di kamp ini yang hari ini telah kami siapkan untuk buka puasa dengan paket iftar yang kami sediakan untuk mereka,” ujar Faradiba.

Tidak hanya di Sanliurfa, Faradiba menjelaskan bahwa ACT juga mendistribusikan paket iftar untuk pengungsi internal di dalam Suriah sendiri. Kota Idlib dan Azaz di Suriah, setiap harinya masing-masing mendapatkan 500 paket iftar dari masyarakat Indonesia dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).


“Alhamdulillah, di sepuluh hari terakhir ini bantuan dari sahabat-sahabat kemanusiaan sangat membantu dan meringankan saudara-saudara muslim pengungsi Suriah, baik di Turki, maupun dalam Suriah sendiri,” kata Faradiba.

Untuk selanjutnya, Faradiba mengatakan ACT akan terus membersamai saudara-saudara muslim yang sedang kesulitan, terutama di hari-hari terakhir Ramadan. Tidak juga hanya di Turki ataupun Suriah, bantuan tersebut akan turun di negara-negara muslim lain yang membutuhkan di seluruh dunia.[]

Bagikan