Ikhtiar Bantu Ipul Sembuh dari Gagal Ginjal

Ikhtiar Bantu Ipul Sembuh dari Gagal Ginjal

ACTNews, SURABAYA - Menjadi relawan adalah jalan yang ia tempuh saat ini. Perjuangan dalam setiap kebaikan yang ia curahkan bukan untuk dirinya melainkan banyak untuk membantu orang lain. Kekonyolan, keceriaan, semangat darinya memberikan energi positif bagi orang-orang yang dibantu di sekelilingnya.

Dialah Saiful Aprilio Wijaya (23) atau akrab disapa Ipul. Semangat membantu warga terdampak bencana memenuhi diri Ipul. Namun demikian, kini ia harus rela absen dari dunia kerelawanan Pasalnya, saat ini Ipul berjuang untuk bertahan melewati masa kritis setelah dokter mendiagnosanya gagal ginjal.

Selang beberapa minggu kepulangan dari Lombok, akhir September lalu, Ipul tiba-tiba merasa sering pusing. “Awalnya Ipul coba beli obat pusing di warung sekitar rumah. Tapi pusingnya tidak hilang, malah lanjut. Jadi Ipul periksa ke puskesmas,” ungkap Sumiasih, ibunda Ipul.

 

Kondisi Ipul sempat membaik setelah menjalani perawatan selama dua minggu. Kehadiran sanak saudara dan sahabat yang menjenguknya memotivasi Ipul untuk lekas sembuh dan bergabung di dunia kerelawanan lagi.

Namun, kesehatan Ipul hanya bertahan sementara. Ia kembali masuk rumah sakit, Kamis (22/11), karena kondisinya yang tiba-tiba lemah dan menurun drastis. Di RS BDH Benowo Surabaya, Ipul harus cuci darah. Tak sampai selesai cuci darah, dokter menginstruksikan untuk merujuk Ipul ke RSUD Dr. Soetomo karena kondisi Ipul makin kritis, ia tak sadarkan diri.

“Ipul sangat membutuhkan bantuan kita semua agar dia bertahan melewati masa-masa kritis dan kembali menjadi sahabat terbaik kita. Infeksi yang ia alami, sudah menjalar ke paru-paru, jantung dan otak. Sesegera mungkin dokter harus melakukan tindakan untuk menstabilkan keadaan Ipul terlebih dulu, termasuk melanjutkan cuci darah,” terang Muyasaroh, sahabat Ipul yang juga relawan MRI asal Jawa Timur.

Ipul adalah anak pertama dari dua bersaudara. Kondisi keluarga Ipul sangat sederhana. Orang tuanya, Sumiasih dan Slamet Wijayus, mengaku tak tahu lagi bagaimana dengan biaya pengobatan Ipul, meski sudah berusaha mengurus asuransi kesehatan di BPJS.

 

“Bagi kami, Ipul adalah sahabat bagi banyak orang. Entah itu yang ia kenal ataupun tidak, jauh atau pun dekat dengannya. Yang pasti aktivitas Ipul adalah untuk kebaikan. Beberapa bulan lalu, tepatnya ketika bencana gempa bumi terjadi di Lombok, Ipul terlibat dalam aksi kemanusiaan sebagai relawan yang berjibaku membantu korban di sana,” kenang Muyasaroh.

 

Baik keluarga dan sahabat Ipul amat berharap atas kesembuhan Ipul. ACT dan MRI Jawa Timur mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama membantu proses kesembuhan Ipul. “Kami coba untuk menggalang dana lewat Kitabisa.com. Publik bisa membantu dengan mengunjungi tautan https://m.kitabisa.com/bantuipulsembuh. Ini ikhtiar kita semua, semoga Ipul bisa kembali pulih dan melanjutkan lagi pengabdiannya sebagai relawan,” tutur Muyasaroh. []