Ikhtiar Bersama Rehabilitasi Pascabencana Kebakaran Kotabaru

Kebakaran hebat yang melanda Kotabaru beberapa pekan lalu membawa dampak yang kurang baik bagi warga terdampak. Saat ini, ACT bersama MRI berikhtiar mengajak publik untuk saling membantu rehabilitasi pascabencana ini.

Ikhtiar Bersama Rehabilitasi Pascabencana Kebakaran Kotabaru' photo
Seorang warga tampak menyapu sisa puing kebakaran yang menghanguskan rumahnya. (ACTNews/Gusti Fikri Izzudin Noor)

ACTNews, KOTABARU Sepekan setelah musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Patmaraga, Kelurahan Kotabaru Tengah, Kabupaten Kotabaru, tim Aksi Cepat Tanggap Kalimantan Selatan berkesempatan meninjau lokasi kebakaran pada Sabtu (7/11) pagi. Didampingi tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kotabaru, rombongan tim yang dipimpin oleh Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan Zainal Arifin melihat langsung dampak musibah kebakaran yang menghanguskan lebih dari 150 buah rumah dan 500 jiwa lebih kehilangan tempat tinggal.

Usai meninjau lokasi kebakaran, Zainal menuturkan, upaya yang akan dilakukan oleh ACT Kalimantan Selatan yaitu menyusun implementasi program-program untuk pemulihan pascabencana kebakaran di Kotabaru. Program yang akan dikucurkan untuk warga terdampak kebakaran menyesuaikan dengan hasil asesmen awal. “Program pemulihan ini diharapkan mampu menjadi titik awal kebangkitan warga korban kebakaran,” harap Zainal, Jumat (30/10) lalu.

ACT akan mengajak publik serta mitra untuk menjalin kolaborasi guna pemulihan pascabencana kebakaran Kotabaru. ACT pun akan berdiskusi dengan beberapa mitra untuk menyiapkan program terbaik untuk memulihkan kondisi warga, khususnya ekonomi melalui bantuan permodalan serta upaya membangun tempat tinggal yang baru.

Posko Kemanusiaan ACT yang berdiri tak jauh dari lokasi kebakaran pun Zainal pastikan tetap berdiri dan terus menerima bantuan dari publik untuk korban terdampak kebakaran. Di posko ini selalu siaga relawan MRI yang bertugas mendampingi warga. “Kepedulian publik sangat dinanti warga terdampak kebakaran. Di tengah pandemi ini, mereka harus merasakan bencana serta kehilangan harta benda,” tambah Zainal.

Selain posko kemanusiaan yang menerima dan mendistribusikan bantuan ke pengungsi, ACT bersama MRI Kotabaru juga telah mendirikan dapur umum. Tempat yang bisa memproduksi sedikitnya 600 porsi makanan siap santap dalam satu waktu makan ini terletak di Jalan Pangeran Kesuma Negara, Kotabaru. Dari posko inilah yang memasuk kebutuhan pangan warga terdampak. Pasalnya, warga belum bisa maksimal mengolah pangan mentah karena peralatan dapur mereka ikut hancur dilahap si jago merah.

“Kami juga sambil melakukan pendataan untuk anak-anak usia sekolah. Ke depannya akan diupayakan untuk bantuan peralatan sekolah yang sampai saat ini masih belum ada bantuan seperti itu,” kata Hamas Al-Qosam, Ketua MRI Kotabaru.[]

Bagikan

Terpopuler