Ikhtiar Dakwah Ustaz Harianto di Pedalaman Sulawesi Tengah

Perjuangan dakwah terus diikhtiarkan Ustaz Harianto tanpa mengenal lelah. Aral melintang tak menyurutkan kiprahnya menyampaikan ayat demi ayat Al-Qur’an.

Ikhtiar Dakwah Ustaz Harianto di Pedalaman Suku Wana
Ustaz Harianto rutin mengajar mengaji dan menghafal Al-Qur’an bagi anak-anak di Luwuk, Banggai. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BANGGAI – Perjuangan dakwah terus diikhtiarkan Ustaz Harianto tanpa mengenal lelah. Aral melintang tak menyurutkan kiprahnya menyampaikan ayat demi ayat Al-Qur’an.

Ustaz Harianto menyampaikan pesan kepada Suku Wana di hutan Morowali, Sulawesi Tengah. Suku ini termasuk suku tertua di Sulawesi dan menjadi salah satu suku pertama yang menghuni daratan Sulawesi. Adapun kehidupan Suku Wana bersifat nomaden karena bergantung dari hasil ladang dan berburu di hutan. Ustaz Harianto menuturkan, perjalanan darat harus ditempuh dengan memakan waktu selama tiga jam.

“Suka duka ya pasti ada. Apalagi jarak ke sana itu begitu jauh, namun bagi kami itu bukanlah rintangan tetapi menjadi semangat untuk terus menyiarkan agama Islam sampai ke penjuru negeri. Saudara-saudara kita di sana juga harus tahu indahnya ajaran Islam,” tutur Ustaz Harianto.

Namun, jika tidak melakukan perjalanan dakwah ke Suku Wana. Ustaz Harianto rutin mengajar mengaji dan menghafal Al-Qur’an bagi anak-anak, hingga rutin mengadakan kajian Islam di berbagai masjid di Luwuk, Banggai.

“Ilmu itu memang harus dibagi, karena hakikatnya ilmu adalah seberapa banyak ilmu itu mampu bermanfaat bagi orang lain. Insyaallah perjalanan dakwah kami dimudahkan dan diridai Allah Subhanahu Wa Ta'ala,” tambah Ustaz Harianto.

Menghargai perjuangan dakwah Ustaz Harianto. Tim ACT-MRI Luwuk Banggai memberikan bantuan biaya hidup kepada ketiganya. “Insyaallah bantuan ini menguatkan langkah dakwah mereka yang selalu ikhlas berdedikasi tanpa pernah mengenal imbalan apa pun,” ungkap Tim Program ACT Luwuk Banggai Diah Fahri Sahada.[]