Ikhtiar Global Wakaf Mengurai Krisis Air Bersih di Gunungkidul

Ikhtiar Global Wakaf Mengurai Krisis Air Bersih di Gunungkidul

ACTNews, Yogyakarta – Kemarau datang dengan tanda-tanda minim hujan. Belum lagi ditambah masalah air tanah yang bahkan sudah langka sepanjang tahun. Puluhan ribu warga Kabupaten Gunungkidul pun terancam krisis air bersih. Kemarau panjang yang terjadi semenjak bulan April lalu membuat warga di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus mengandalkan belik (mata air) sungai untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Sebagian masyarakat melakukan iuran untuk membeli air bersih dari truk tangki.

Berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemarau panjang tahun ini akan terjadi hingga bulan Oktober mendatang. Dari pantauan Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) DIY, setidaknya terdapat tiga belas Kecamatan yang sedang mengalami krisis air bersih. Seluruhnya termasuk dalam wilayah Kabupaten Gunungkidul, meliputi kecamatan Rongkop, Tepus, Semin, Tanjungsari, Saptosari, Ponjong, Nglipar, Panggang, Semanu, Gedangsari, Purwosari, Girisubo dan Ngawen.

Merespons bencana kekeringan dan krisis air bersih tersebut, sejak Rabu (25/7) kemarin, Tim ACT DIY bersama Relawan MRI DIY sejak pagi sudah berada di Gunungkidul. Tim bergerak menuju Dusun Cikal, Kecamatan Ngawen melakukan pengeboran sumur dengan kedalaman 80 meter.

Pengeboran sumur ini merupakan salah satu program wakaf dari Global Wakaf (GW) untuk membantu permasalahan kekeringan tahunan di Gunungkidul. Kedalaman sumber mata air yang dituju, dan kondisi tanah di Gunungkidul yang berupa bebatuan Karst, membuat pengerjaan sumur bor memakan waktu lebih lama. Paling cepat butuh waktu 14 hari hingga selesai seluruh instalasi, dan sumur siap dimanfaatkan warga.

"Dengan kondisi seperti ini, masih banyak titik potensi pembangunan Wakaf Sumur yang dibutuhkan Masyarakat di Gunungkidul apalagi saat memasuki musim kemarau. Semoga banyak Masyarakat Indonesia yang tergerak untuk memberikan Wakafnya melalui Global Wakaf," tutur Andri Perdana Ketua Relawan MRI DIY.

Sementara untuk mengurai darurat air bersih yang sifatnya segera, Global Wakaf – ACT DIy melakukan program berupa dropping air bersih. Dropping air bersih di Gunungkidul tahap pertama telah dimulai sejak Rabu hingga Kamis pekan ketiga Juli 2018. Distribusi air bersih dilakukan di tiga kecamatan Girisubo, Semanu dan Paliyan dengan membawa 10 tangki.

dropping air kembali berlanjut. Dilakukan Jumat (27/7) ini dengan 10 tangki air bersih di Desa Girijati, Kecamatan Purwosari,” kata Andri Perdana

Gunanto salah satu warga desa Balong Kecamatan Girisubo menyampaikan, ketika musim kemarau warga rela membeli air 120-200 ribu per Tangki. Beberapa ada yang menjual hewan ternak mereka untuk membeli Air untuk Kebutuhannya.

“Rencananya dropping air bersih akan terus dilakukan sampai selesai musim kemarau pada bulan oktober mendatang,” ungkap Kharis penanggungjawab program Dropping Air Bersih. 

Melihat truk-truk tangki yang berdatangan membuat warga Girisubo berbodong-bondong menenteng tendon-tendon air yang kosong. Berharap agar tendon tersebut terisi penuh untuk kebutuhan sehari-hari. Ikhtiar dari Global Wakaf – ACT setidaknya meringankan sejenak beban mereka, dimulai dari air bersih, semangat untuk melanjutkan hari-hari insya Allah makin bertambah. []

Tag

Belum ada tag sama sekali