Ikhtiar Meluaskan Distribusi Air Bersih di Gaza

Di Gaza, Mobile Water Tank telah menggelar banyak aksi dengan membagikan ribuan liter air bersih untuk keluarga prasejahtera di sana. Namun, ikhtiar ini sebetulnya belum mampu mendistribusikan air ke seluruh penjuru Gaza. Untuk itu, ACT tengah berupaya mengaktivasi armada tambahan guna mengatasi permasalahan air bersih.

mobile water tank ACT
Mobile Water Tank keliling di Gaza membagikan air bersih gratis. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Aksi Cepat Tanggap (ACT) berikhitiar menyudahi krisis air bersih yang telah lama membuat dahaga parah mencekik warga Palestina, di Gaza khususnya. Sejak beberapa waktu lalu, Mobile Water Tank telah beroperasi di Gaza. Ribuan liter air bersih terdistribusi ke warga, sayang belum menyeluruh ke berbagai penjuru Gaza. Maka dari itu, ACT saat ini tengah mengupayakan aktivasi unit Mobile Water Tank tambahan untuk memasok air ke wilayah yang lebih luas.

Ada dua unit Mobile Water Tank yang siap masuk ke karoseri. Jika proses perakitan ini selesai, total ada tiga unit truk tangki yang beroperasi di Gaza dan akan bisa lebih luas menjangkau warga yang membutuhkan air di lima kegubernuran yang ada di Gaza. Lima kegubernuran di Gaza tersebut yaitu Rafah, Khan Younis, Deir Al Balah, Gaza City, dan Gaza Utara.

“Ketiga unit armada truk tangki di Gaza merupakan buah kedermawanan masyarakat Indonesia yang masing-masing memiliki kapasitas angkut 6.500 liter. Dengan beroperasinya unit baru, per bulannya, akan terdistribusi hingga lebih dari 2,5 juta liter air bersih ke penduduk Gaza,” jelas Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response-ACT, Senin (21/6/2021).

Setiap Mobile Water Tank dilengkapi dengan peralatan untuk mempermudah distribusi air, seperti pompa dan selang air berukuran besar. Selain itu, truk tangki ini akan dioperasikan oleh relawan ramah yang siap melayani warga Palestina.

Untuk diketahui, air bersih menjadi kebutuhan yang mendesak di Gaza.  Berdasarkan data yang dihimpun Global Humanity Response-ACT, 95 persen air di Gaza tidak layak konsumsi, dan saat ini pasca 11 hari serangan pada Mei lalu, 800 ribu orang di Gaza terpaksa kehilangan akses reguler air bersih dari saluran pipa. Hal tersebut karena hampir 50 persen jaringan air rusak akibat bom dari pesawat tempur Israel.[]