Ikhtiar Mempermudah Akses Air Bersih Warga Kampung Pasir Muncang

Sumur Wakaf segera dibangun di Kampung Pasir Muncang, Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Diharapkan sumur ini mampu mempermudah akses air bersih para warga yang sebelumnya hanya mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

sumur wakaf act
Pembersihan lahan untuk pembangunan Sumur Wakaf di Kampung Pasir Muncang, Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Warga di di Kampung Pasir Muncang, Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, sangat mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu Ketika hujan tidak turun selama beberapa hari, masyarakat akan dihadapkan pada kekeringan yang cukup parah.

Yhoko Kuncoro dari tim Global Wakaf-ACT Bogor Barat mengatakan, kondisi ini amat menyulitkan warga untuk melakukan aktivitas. Tanpa air hujan, warga Kampung Pasir Muncang mau tidak mau pergi ke kampung lain untuk mengambil air.

Atas dasar kesulitan tersebut, tim Global Wakaf-ACT memilih Kampung Pasir Muncang sebagai lokasi dibangun Sumur Wakaf. Yhoko menjelaskan, per 23 Mei kemarin, proses pembangunan sumur ini telah memasuki tahap pembebasan dan pembersihan lahan. Proses penggalian diperkirakan akan dimulai dalam beberapa hari ke depan.

"Pembangunan Sumur Wakaf ini direncanakan lengkap dengan sarana wudu dan MCK memberikan sumber air baru untuk warga Kampung Pasir Muncang. Bantuan ini amat disyukuri warga setempat, yang sebelumnya kerap dihadapkan dengan krisis air bersih. Sedikitnya 50 keluarga, akan merasakan manfaat dari kehadiran Sumur Wakaf ini," ujar Yhoko, Kamis (26/5/2022).

Sementara itu pada hari yang sama, satu unit Sumur Wakaf juga direncanakan akan dibangun di wilayah lain di Bogor. Tepatnya di Kampung Gunung Leutik, Kelurahan Ciareuteun Udik, Kecamatan Cibungbulang.

"Berbeda dengan yang sebelumnya, sumur satu ini merupakan Sumur Wakaf Keluarga. Ibu Imas, salah satu warga di sana, menjadi penerima manfaat sumur ini. Ia merupakan ibu dari tiga anak yang berasal dari keluarga prasejahtera. Di rumahnya tidak memiliki sumur dan MCK. Sehari-hari ia memanfaatkan air sungai untuk keperluan sanitasi," jelas Yhoko.

Sumur Wakaf Keluarga untuk Ibu Imas diperkirakan akan mulai proses pembangunannya pada bulan Juni mendatang. Diharapkan sumur ini mampu memenuhi kebutuhan air untuk keluarga Imas, dan tak perlu lagi pergi jauh ke sungai untuk mengambil air. []