Ikhtiar Memulihkan Gaza dengan Berbagai Program Wakaf

Sejumlah program pemberdayaan telah disiapkan Global Wakaf-ACT untuk membantu pemulihan Gaza, seperti Wakaf Usaha Produktif, Wakaf Ternak Produktif, Wakaf RUmah, Lumbung Air Wakaf Palestina, hingga Wakaf Kapal Ikan Palestina.

kondisi ekonomi palestina
Upaya membantu pemulihan Gaza terus dilakukan antara lain dengan berbagai pengelolaan program wakaf. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam upaya membantu pemulihan Gaza. Hampir setiap aspek kehidupan membutuhkan bantuan untuk dibenahi. Sejumlah hal dilakukan Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap. Program-program terbaik wakaf pun diusung untuk membangkitkan kehidupan di Gaza.

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap menjelaskan, sejumlah program wakaf yang tengah dijalankan dalam ikhtiar memulihkan Gaza adalah Wakaf Usaha Produktif, Wakaf Ternak Produktif, Lumbung Air Wakaf Palestina, Wakaf RUmah,  hingga Wakaf Kapal Ikan Palestina.

“Program-program wakaf ini disiapkan untuk membantu percepatan pemulihan kondisi Gaza. Sebab itu, kami ingin mengajak sebanyak-banyaknya pewakif untuk bersinergi dalam kebaikan ini,” kata Firdaus, Sabtu (19/6/2021).


Para nelayan di Gaza juga menghadapi kesulitan sebab pembatasan dalam melaut. (ACTNews)

Setelah peningkatan kekerasan terakhir, Israel bahkan untuk sementara melarang penangkapan ikan apa pun dari Jalur Gaza. Selama bertahun-tahun telah ditetapkan batasan yang bervariasi pada zona penangkapan ikan, mengganggu mata pencaharian sekitar 5.000 nelayan dan pekerja terkait.

Selain itu para petani di Gaza tidak diizinkan bertani di zona penyangga yang ditetapkan Israel, yakni selebar 1,5 km di sisi perbatasan Gaza. Pembatasan ini telah menyebabkan hilangnya produksi sekitar 75.000 ton produk makanan dalam setahun.


Merespons kondisi ini, sejumlah program pemberdayaan telah disiapkan Global Wakaf-ACT untuk membantu pembangunan kembali ekonomi di Gaza. “Saat ini beberapa program pemberdayaan ekonomi di Gaza mulai kita jalankan. Seperti Wakaf Usaha Produktif, Wakaf Ternak Produktif, Lumbung Air Wakaf Palestina, hingga Wakaf Kapal Ikan Palestina,” ujar Firdaus Guritno dari Tim Global Humanity Response (GHR)-ACT.

Sementara itu, jauh sebelum kejadian agresi Mei lalu, Israel juga memberlakukan batasan penangkapan ikan. Ini berarti nelayan Gaza hanya dapat menangkap ikan dalam jarak tertentu dari pantai. Keadaan ini turut menghimpit peluang kerja di Gaza. Selama bertahun-tahun, batasan ini mengganggu mata pencaharian sekitar 5.000 nelayan dan pekerja terkait.

Di sektor pertanian, para petani di Gaza tidak diizinkan bertani di zona penyangga yang ditetapkan Israel, yakni selebar 1,5 km di sisi perbatasan Gaza. Pembatasan ini membuat Gaza kehilangan sekitar 75.000 ton produk makanan per tahun.[]