Ikhtiar Mendampingi ADHA di Sukabumi

HIV AIDS tak hanya dapat menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak. Mereka, Anak dengan HIV AIDS, tak semua kondisinya memungkinkan, tak sedikit yang sudah ditinggal orang tua karena wafat dan tinggal bersama kerabat.

Adha sukabumi
Bantuan dari ACT untuk ADHA di Kabupaten Sukabumi. (ACTNews)

ACTNews, SUKABUMI – Pernah mendengar istilah ADHA atau Anak dengan HIV AIDS? Bagi sebagian orang mungkin lebih familiar dengan ODHA yang merupakan kepanjangan dari Orang dengan HIV AIDS. Akan tetapi, virus ini tak hanya bisa menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak.

Kasus HIV AIDS pada anak di Indonesia pertama kali dilaporkan pada tahun 1994. Sejak saat itu, jumlah kasus terus bertambah, bahkan pada tahun 2019 mencapai ribuan anak. Kemenkes mencatat, risiko penyumbang tertinggi anak dengan HIV AIDS karena perinatal.

Di Indonesia, salah satu wilayah yang memiliki kasus ADHA saat ini ialah Kabupaten Sukabumi. Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi Yani Jatnika Marwan mengatakan, berdasarkan catatan P2TP2A , sepanjang Oktober 2021, sekitar 36 anak menyandang status ADHA.

“Saya sangat prihatin karena puluhan anak-anak tertular HIV dari orang tuanya,” kata Yani.

Dari puluhan ADHA, sebagian besar tinggal bersama saudara atau kerabat lantaran ibu kandungnya sudah wafat. Di tengah kondisi tersebut, anak-anak harus selalu mengonsumsi obat antiretroviral. Sehingga, peran pengasuh dan pendamping sangat tinggi agar obat bisa dikonsumsi ADHA.


Penyerahan bantuan untuk ADHA. (ACTNews)

Pendampingan

Merespons kondisi ADHA, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kabupaten Sukabumi berikhtiar memberikan pendampingan terbaik yang dimotori kedermawanan masyarakat. Dani Firdaus dari tim Program ACT Kabupaten Sukabumi mengatakan, ACT merangkul semua pihak untuk bersama-sama memberikan yang terbaik untuk ADHA. Karena bagaimanapun, mereka berhak mendapatkan apa yang seperti anak-anak usia mereka dapatkan.

“Distribusi bantuan kemanusiaan secara bertahap diberikan ke ADHA yang tersebar di beberapa kecamatan,” jelas Dani.

Dalam aksi ini, ACT turut bersama Yani Jatnika Marwan yang juga merupakan Istri Bupati Kabupaten Sukabumi, menyapa ADHA. Berbagai kebutuhan mulai didistribusikan. Menurut Yani, makanan bergizi cukup mendesak untuk dihadirkan dan ia berharap agar kasus baru tak lagi muncul.[]