Ikhtiar Mendukung Perjuangan Tenaga Medis Hadapi Pandemi

Dalam kondisi genting ini, kekurangan tenaga kesehatan juga dialami sejumlah rumah sakit. Mereka bahkan mengundurkan diri karena tak kuat harus terus menerus menangani pasien. Ada juga yang mencari pekerjaan lain. Di sisi lain mereka mungkin terpapar, khawatir bisa membawa virus ke rumah dan menciptakan klaster keluarga.

Ikhtiar ACT Dukung Tenaga Kesehatan
ACT terus berikhtiar mendukung tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam menangani pandemi Covid-19. (ACTNews/Abdurrahman Rabbani)

ACTNews, TANGERANG SELATAN – Dalam kondisi darurat Covid-19 kekurangan tenaga kesehatan juga dialami sejumlah rumah sakit. Sejumlah tenaga kesehatan bahkan mengundurkan diri karena tak kuat harus terus menerus menangani pasien. Ada juga yang mencari pekerjaan lain. Di sisi lain mereka mungkin terpapar, khawatir bisa membawa virus ke rumah dan menciptakan klaster keluarga.

Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Tangerang Selatan, Khusnul Amanah mengaku sejumlah tantangan pun harus dihadapi rumah sakit. Mulai dari kekurangan tenaga kesehatan di lapangan sampai banyaknya karyawan yang terkonfirmasi positif.

“Ya memang kita kekurangan tenaga kesehatan di lapangan. Ada beberapa teman-teman yang terkonfirmasi positif. Sehingga menyulitkan kami dalam mengatur jam kerja. Dan ada beberapa yang terpaksa mengundurkan diri karena menghindari paparan covid-19,” ucapnya saat diwawancarai ACTNews saat aksi Humanity Food Truck, Jumat (30/7/2021).

Ia melanjutkan bahwa kebutuhan masyarakat dalam satu bulan ini sangat tinggi. Kapasitas Rumah sakit sedikit, RSU Tangsel hanya bisa menampung 63 pasien Covid-19. Hal ini yang membuat mereka harus mengantre hingga berjam-jam demi mendapatkan pelayanan rumah sakit.

“Dan ini membuat kami terus terang bersedih tidak bisa membantu lagi. Rumah sakit lain pun mengalami hal yang sama, demikian juga masalah kekurangan oksigen akibat dari peningkatan kasus. Sehingga kami harus mengerahkan berbagai cara mendapatkan oksigen itu meningkat tiga bahkan empat kali lipat,” ucapnya.

Sementara Rodi Mardianto dari Tim Program  ACT Tangerang Selatan menjelaskan, ia akan terus berikhtiar membagikan paket makan untuk mendukung masyarakat di masa pembatasan kegiatan seperti saat ini. Termasuk para tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan.

“Tenaga kesehatan adalah salah satu tujuan aksi kami. Mereka merupakan kelompok yang harus terus kita semangati dalam penanganan Covid-19 ini,” kata Rodi.

Rodi berharap, aksi Operasi Makan Gratis ini menjadi salah satu gerakan kebaikan kepada masyarakat dan bentuk kepedulian sosial. Melihat kondisi saat ini banyak masyarakat di luar yang sangat mengkhawatirkan akibat pandemic Covid-19. “Harapannya, elemen masyarakat ikut peduli ikut perjuangan kami mendistribusikan makanan siap santap secara gratis ini.” ungkapnya.[]