Ikhtiar Menggeber Laju UMKM Saat Pandemi

Data yang dirilis Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) mengungkap sebanyak 30 juta UMKM mengalami gulung tikar selama pandemi Covid-19. Karena itu lewat program Wakaf UMKM, Global Wakaf-ACT terus berikhtiar membangkitkan kembali perjuangan mereka.

bantuan modal usaha
Jumlah UMKM yang ada saat ini berkurang dari tahun 2019 atau sebelum pandemi hadir di Indonesia. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA – Dampak pandemi Covid-19 secara nyata menyerang nasib para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Bahkan, data yang dirilis Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) mengungkap sebanyak 30 juta UMKM mengalami gulung tikar selama pandemi Covid-19.

Akumindo juga menyebut saat ini hanya tersisa sekitar 34 juta unit jumlah UMKM atau berkurang hampir 50 persen dari tahun 2019 yang mana mencapai 64 juta. Sebanyak 7 juta tenaga kerja informal dari UMKM juga mengalami kehilangan pekerjaaan.

Berbagai pihak berusaha mencari solusi atas sulitnya keadaan bagi UMKM saat ini, mengingat UMKM sendiri digadang sebagai tulang punggung perekonomian. Termasuk Global Wakaf-ACT dengan program Wakaf UMKM.

“Ini menjadi tantangan sekaligus suatu peluang bagi kami untuk bagaimana mengembangkan supaya usaha mikro agar terangkat lagi,” tegas Manajer Wakaf Modal Produktif Budi Sulistyo dalam sesi Wakaf Talk yang bertemakan “Wakaf Modal UMKM, Bangkitkan Ekonomi Umat!!” pada Jumat (6/8/2021).

Telah berjalan selama satu tahun, Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia telah menyalurkan modal wakaf kepada lebih dari 3.900 usaha mikro penerima manfaat, yang mana tersebar di 25 provinsi dan melibatkan 25 kantor cabang ACT. “Insyaallah tahun 2021 ini kami berharap (menyalurkan wakaf modal) 15 ribu usaha mikro penerima manfaat,” ungkap Budi.

Dalam kesempatan itu Budi juga menuturkan, bahwa dampak dari kondisi pandemi saat ini lebih parah dari krisis UMKM yang dialami Indonesia pada tahun 1998. Salah satunya dapat dilihat bagaimana para pelaku usaha mengibarkan bendera putih. Karena itu Budi berharap, para dermawan dapat bersolidaritas lebih kuat untuk para pelaku usaha ini.

“Kami berharap para wakif mulai bersolidaritas untuk mengangkat usaha mikro ini agar menjadi soko guru ekonomi Indonesia. Insyaallah ketika harta dititipkan kepada orang-orang saleh, maka yang muncul adalah keberkahan dan lambat laun prinsip penggunaan riba akan musnah,” tambahnya.[]