Ikhtiar Menyediakan Sumber Air Layak untuk Warga Desa Kalongan

Tidak ada air membuat masyarakat desa yang sebagian besar petani kesulitan bercocok tanam. Selain warga umum, kelangkaan air juga meresahkan santri Pesantren Nurul Azhar di desa tersebut.

Bangun Sumur Wakaf
Ilustrasi. Sumur Wakaf. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN SEMARANG — Kesulitan air bersih dirasakan warga Dusun Tompo Gunung, Desa Kalongan, Kabupaten Semarang. Kondisi kekeringan ini terjadi setiap tahun karena air bersih yang diperoleh bergantung dengan Program Air Mengalir Dusun (Pamdus).

Ketua MRI Kabupaten Semarang Elvan Ardi mengatakan, setiap musim kemarau, air tidak mengalir, bahkan macet dan sama sekali tidak keluar. Ditambah dusun tersebut belum memiliki infrastruktur penyedia air yang memadai.

Tidak ada air membuat masyarakat desa yang sebagian besar petani kesulitan bercocok tanam. Selain warga umum, kelangkaan air juga meresahkan santri Pesantren Nurul Azhar di desa tersebut.

Meninjau langsung, MRI Kabupaten Semarang mengunjungi Pesantren Nurul Azhar Jumat (8/10/2021) lalu. Tim melakukan asesmen sekaligus melaksanakan tahap awal pembangunan Sumur Wakaf produktif.

“Alhamdulillah tim telah melaksanakan tahap awal dari Sumur Wakaf Pesantren Nurul Azhar ini. Tim ACT Kabupaten Semarang juga telah melakukan diskusi dengan pengasuh pondok pesantren,” kata Elvan.[]