Ikhtiar Nurmawati Bantu Suami Nafkahi Keluarga

Suami terkena PHK, membuat Nurmawati berikhtiar menambah pemasukan keluarga dengan berjualan roti. Namun, usaha roti yang baru digeluti terancam bangkrut akibat kehabisan modal.

Nurmawati sedang membuat roti dan kue. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN — Pandemi Covid-19 membuat ekonomi keluarga Nurmawati (37) babak belur. Sang suami yang menjadi tumpuan nafkah terkena PHK, akibat pabrik roti yang mempekerjakannya menerapkan kebijakan efisiensi karyawan. Kini ia menjadi pengemudi ojek daring dengan pendapatan tidak menentu. 

Memiliki suami yang berpengalaman membuat roti, Nurmawati akhirnya belajar membuat roti dan kue. Uang pesangon sang suami ia pakai untuk modal membeli peralatan dan bahan-bahan roti. Namun, usaha yang baru dirintis Nurmawati terancam gulung tikar akibat pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Nurmawati baru membuka usaha roti pada Januari 2021. Sasaran pasarnya masih warga sekitar Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. Usahanya harus bersaing dengan produsen roti yang lain. Untuk itu ia masih menjajakannya secara mandiri, belum dititipkan di warung. 

“Saya buka usaha roti pakai uang pesangon suami. Belajar jualan roti dengan ditenteng keliling kampung, jadi masih produksi sedikit. Tidak habis (maka) kedaluwarsa, rugi. Balik modal saja sudah alhamdulillah. Kalau rugi terus menerus terpaksa tutup dulu, tunggu sampai kondisi membaik,” ujar ibu dua anak ini, Kamis (1/4/2021).

Saat ini Nurmawati mendapat penghasilan kotor Rp150 ribu per hari. Dari jumlah tersebut, keuntungan yang didapat sebesar 30 persen. Untuk menutupi kekurangan kebutuhan sehari-hari, Nurmawati mengandalkan penghasilan suami dari mengojek.

Nurmawati berharap bisa memperluas jangkauan pasarnya. Sehingga pendapatannya bisa naik dan potensi usahanya laku lebih besar. Adanya bantuan gerobak dari program Wakaf Usaha Produktif Global Wakaf-ACT diharapkan bisa mewujudkan keinginannya tersebut.[]