Ikhtiar Nyamiati Hidupkan Kembali Usaha Makanannya

Warung Nyamiati menjadi favorit masyarakat untuk beristirahat dan mencari kudapan ringan. Tetapi pandemi, membuat jalan warung tersebut terhambat.

bantuan modal umkm
Nyamiati mengaku pendapatannya turun hingga 60% sejak pandemi. (ACTNews)

ACTNews, KOTA BANJARBARU – Sebuah warung sederhana menjadi tempat favorit masyarakat di sekitar Jalan Sukamaju, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Tempat tersebut menyediakan beragam kudapan ringan berupa gorengan dan berbagai minuman yang membuat para pelanggan dapat betah beristirahat sejenak di tempat tersebut.

Tempat itu merupakan usaha yang sudah ditekuni Nyamiati selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir ini. Tempat yang strategis dan harga yang murah, membuat banyak para pelanggan yang sering mampir ke warungnya.

“Dahulu buat menjalankan warung ini, saya dibantu tiga orang karyawan. Alhamdulillah sebelum pandemi, bisa dapat omzet penjualan sampai Rp2 juta per hari,” ujar Nyamiati ketika ditemui pada Senin (28/2/2022) lalu.


Cerita yang berbeda ia dapatkan ketika menghadapi pandemi. Lokasi warung yang berhadapan langsung dengan jalan raya membuat Nyamiati tentu ragu untuk beroperasi karena pembatasan sosial. Ia sempat tutup total selama beberapa bulan.

Ketika warung tersebut kembali buka, jumlah penghasilan Nyamiati pun tidak sebesar hari normal. “Pendapatan saya sekarang ini turun sekitar 60%,” ungkap Nyamiati. Karena itu dengan terpaksa, ia memberhentikan semua karyawan di warungnya.

Seperti para pelaku UMKM lain, ia pun berharap pandemi segera berlalu dan berikhtiar terbaik untuk mempertahankan usaha. Global Wakaf-ACT membantu mendorong ikhtiar Nyamiati ini melalui program Wakaf UMKM. Pada hari itu, Nyamiati mendapatkan bantuan modal wakaf, dan ke depan juga pendampingan usaha yang dapat meluaskan ilmu dan mental bisnis, serta keagaaman. []