Ikhtiar Pulihkan Penghasilan Riana Pascaerupsi Lewat Gerobak Usaha

Warung kelontong Riana (38) terdampak erupsi secara tidak langsung, sebab pembelinya menjadi berkurang. Lewat gerobak wakaf, diharapkan dapat memudahkan Riana dalam menjajakan jualannya.

bantuan gerobak usaha
Senyum Riana ketika menerima bantuan Gerobak Wakaf pada Rabu (12/1/2021). (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN LUMAJANG – Untuk membantu perekonomian keluarga, Riana (38) mengandalkan sebuah warung kelontong kecil di dekat rumahnya di Dusun Kamar Kajang, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. “Selain dari warung ini, penghasilan keluarga sehari-hari itu dari suami saya. Kerjanya sebagai penambang batu,” tambah Riana ditemui pada Rabu (12/1/2022) kemarin.

Warung yang terletak di jalan yang menghubungkan lintas Lumajang dan Malang ini, nyaris buka setiap hari tanpa libur. Pelanggan tidak hanya masyarakat sekitar, tetapi juga masyarakat yang sedang melalui perjalanan dari Lumajang menuju Malang, maupun sebaliknya.

Setelah sang suami kehilangan pekerjaan sebagai penambang batu akibat erupsi, Riana akhirnya yang mengambil peran untuk membantu perekonomian keluarga. Tetapi erupsi juga mempersempit perkembangan warung ini. Penjualan warung turun, sebab akses jalan terputus. Ditambah daya beli masyarakat ikut terdampak erupsi, sehingga pembeli pun berkurang.


“Warung ini sumber mata pencaharian utama kami. Suami belum bisa bekerja lagi karena Kamar Kajang (lokasi tempat suami Riana bekerja) masih ditutup. Alhamdulillah bisa untuk makan sehari-hari," ungkap Riana.

Karena itu, Tim Global Wakaf-ACT memberikan bantuan Wakaf Usaha Produktif untuk Riana berupa sebuah gerobak baru. Diharapkan dengan adanya gerobak ini, sementara dapat menopang warung Riana yang secara tidak langsung terdampak bencana. "Semoga gerobak ini berkah, memudahkan untuk berjualan, semoga semakin banyak membeli. Terima kasih Global Wakaf-ACT,” ucap Riana. []