Ikhtiar Sedekah Penjual Minuman Herbal Lewat Sanggar Yatim dan Duafa

Di tengah keterbatasan yang ada, Judi (42) seorang penjual minuman herbal di Bantul, Yogyakarta, tetap bersyukur dan bersedekah lewat sanggar yatim dan duafa di rumahnya.

bantuan modal bantul
Judi telah menekuni usaha aneka minuman herbal selama lima tahun lamanya. (ACTNews)

ACTNews, BANTUL – Komitmen Global Wakaf-ACT dalam menguatkan perjuangan UMKM Indonesia di tengah pandemi Covid-19 tak pernah padam. Salah satunya saat Tim Global Wakaf-ACT menyambangi Judi (42), salah satu pelaku UMKM di rumahnya di Translok Padukuhan Karangrejek, Desa Karangtengah, Kecamatan Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (6/8/2021).

Sehari-hari Judi menggantungkan hidup keluarganya dari berjualan aneka minuman herbal, diantaranya wedang uwuh dan empon-empon. “Ya ini (usaha) untuk hidup buat anak dan istri, apalagi anak saya ada tiga dan masih kecil semua. Butuh (biaya) buat pendidikan,” ungkap Judi.

Telah menggeluti usaha minuman herbal selama lima tahun, Judi merasakan proses jatuh bangun. Terlebih saat pandemi Covid-19 semakin membuat ruang geraknya terbatas dalam mempromosikan usaha, sampai ia mencari jalan lain untuk berjualan. “Sekarang saya (berjualan) lewat online, ya lumayan pemasukannya. Orderan dari luar kota juga makin banyak,” ungkapnya.

Di tengah keterbatasan yang ada, Judi tetap bersyukur dan tidak lupa berbagi terhadap sesama, salah satunya lewat sanggar yatim dan duafa di rumahnya. “Alhamdulillah, sedikit demi sedikit penghasilan dari (berjualan) ini bisa terlaksana cita-cita saya kelola sanggar yatim dan duafa,” tutur Judi. Lewat bantuan modal yang diberikan, ia pun berencana membeli bahan baku untuk menambah lagi jumlah produk. 

 

Judi merupakan satu dari sekian banyak UMKM yang kini dimudahkan dengan bantuan wakaf para dermawan. Selain mendorong para UMKM untuk terus berkembang, harapannya bantuan modal ini juga dapat memantik juga para penerima manfaat untuk terus berderma, seperti yang telah dilakukan oleh Judi. []