Ikhtiar Sembuhkan Luka Parah Kaki Ici

Ikhtiar Sembuhkan Luka Parah Kaki Ici

ACTNews, TASIKMALAYA – Tiga pekan lamanya kaki kiri Ici diperban tebal, membuatnya sulit berjalan. Warga Kampung Pesantren, Desa Sukamahi di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya hanya mampu merebahkan dirinya di dipan bambu setiap harinya.

Tiga pekan silam, kaki kiri Ici terinfeksi racun binatang saat berada di kebun yang tak jauh dari rumahnya. Mantri desa menjadi rujukan awal pengobatan Ici. Namun, tak ada perubahan, bahkan sakitnya terus menyebar ke bagian kaki yang lain.

Ici (71) tak mengobati lukanya ke rumah sakit. Hal ini dikarenakan keterbatasan biaya dan tidak adanya kartu BPJS yang bisa digunakan untuk berobat. Pengobatan dari mantri setempat menjadi andalan Ici.

Untuk makan sehari-hari, ia bergantung pada uang kiriman dari anaknya yang bekerja di Jakarta. Sayang, pada 2018 lalu anaknya meninggal dunia di ibu kota. Sementara itu, Ici tinggal sendiri di rumah ukuran 4x5 meter persegi berdinding bambu.

Senin (18/2), tim ACT menyambangi kediaman Ici di Desa Sukamahi. Ici hanya terbaring, dengan luka di kakinya yang mulai membusuk. Mantri di sekitar tempat tinggalnya sudah tak sanggup lagi mengobati luka Ici dan menyarankan untuk segera dirujuk ke rumah sakit.

Fauzi dari Tim Mobile Social Rescue (MSR) ACT Tasikmalaya mengatakan, saat ini kondisi kaki Ici semakin parah. Nihilnya tindakan medis membuat luka yang diakibatkan bisa binatang itu menjalar ke bagian lain. “Luka di kakinya kini membusuk dan harus segera ada tindakan medis,” jelas Fauzi, Selasa (19/2).

Rencananya, pekan ini ACT akan kembali menyambangi kediaman Ici untuk memberikan santunan pengobatan medis sekaligus pendampingan untuk Ici.  Selain itu, Paket pangan juga akan dikirimkan kepada Ici yang kini hidup sebatang kara di usia senjanya. []

Tag

Belum ada tag sama sekali