Ikhtiar Sulastri, Orang Tua Tunggal yang Menafkahi Empat Anak

Sulastri (45) hanya seorang diri menjadi tumpuan keempat anaknya. Di tengah usahanya mencari nafkah, ia membutuhkan bantuan modal usaha untuk mempertahankan usahanya.

Sulastri, penerima manfaat WMUMI asal kota Depok, mengandalkan hasil berjualan bubur dan lauk matang untuk mendapatkan penghasilan. (ACTNews)

ACTNews, DEPOK – Sulastri (45) adalah seorang tulang punggung. Semenjak suaminya berpulang dua tahun lalu, ia menjadi orang tua tunggal bagi keempat anaknya.

Untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga, warga asal Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok ini, memulai perolehan dengan menjual nasi dan lauk pauk. Saat usahanya baru berjalan satu tahun, Sulastri terjegal pembatasan sosial.Warung Sulastri harus tutup sebab berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Setelah itu saya mulai berjualan bubur ayam bandung dan menerima pesanan lauk matang agar ada pemasukan,” ungkap Sulastri ditemui Global Wakaf-ACT pertengahan Januari lalu.

Penghasilan yang Sulastri terima pun bukan sekedar untuk makan dan minum, tetapi juga untuk membiayai kehidupan tambahan salah satu anaknya yang berkebutuhan khusus. Ia juga harus membayar biaya sewa rumah sebesar Rp12 juta untuk satu tahun.

Baca juga: Ditinggal Suami ke Malaysia, Julaeha Jatuh Bangun Pertahankan Usaha


“Saya selalu berdoa agar usaha saya tetap terus berdagang sehingga tetap bisa menghidupi anak-anak saya,” harap Sulastri. 

Global Wakaf-ACT pun berusaha membantu Sulastri lewat bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia. Rushan Novaly dari Tim Global Wakaf-ACT menjelaskan, bantuan modal usaha diharapkan bisa membantu Sulastri mengembangkan usaha, seperti menambah jumlah produksi, agar usahanya berkembang pesat.

“Kami hanya menjalankan amanah dari para wakif untuk membantu pelaku usaha mikro terdampak pandemi yang nyaris gulung tikar. Melalui program ini, kami berikhtiar membantu pelaku usaha lepas dari jerat riba dengan sistem kebermanfaatan qardh-al hasan atau pinjaman tanpa imbalan,” kata Rushan.

Wakaf Modal Usaha Mikro di bidang pangan menjadi salah satu bagian dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional yang tengah diinisiasi Aksi Cepat Tanggap dan Global Wakaf.[]