Ikhtiar Sumbang Penghasilan Keluarga, Feni Jual Sarapan di Teras Rumahnya

Untuk menambah penghasilan keluarga, Feni Monita (30) menjajakan berbagai jenis sarapan di depan rumahnya. Namun belakangan ia sering libur berdagang sebab kekurangan modal.

Feni ketika ditemui Tim Global Wakaf-ACT di rumahnya pada Ahad (26/6/2021) lalu. (ACTNews)

ACTNews, KERINCI – Feni Monita (30) menyulap halaman rumahnya sendiri di Desa Koto Dua Lama, Kec Air Hangat, Kabupaten Kerinci, menjadi sebuah toko makanan kecil. Berbekal beberapa meja dan kursi di teras rumahnya yang cukup luas, ia menjual berbagai macam sarapan seperti bubur ayam, nasi goreng, serta lontong.

Ikhtiar ini ia lakukan untuk melengkapi penghasilan suaminya yang bekerja sebagai sopir antar kabupaten. Karena jarak tempuh yang cukup jauh, suami Feni hanya bekerja sekitar satu pekan sekali.

“Jadi dua tahun lalu saya membuka usaha ini untuk tambahan. Karena kita juga masih punya tanggungan satu orang anak untuk sekolah dan biaya kehidupan keluarga sehari-hari,” unglap Feni pada Ahad (27/6/2021) kemarin.


Tetapi modal yang dipunyai Feni saat ini cukup terbatas. Terkadang karena kendala itu, ia libur berjualan. “Kalau jualan, sehari bisa untung bersih Rp100 ribu sampai Rp200 ribu dalam satu hari,” terang Feni.

Ia pun berharap jika memiliki modal nanti, ia bisa membeli peralatan yang dibutuhkan saat ini. “Yang paling dibutuhkan itu sekarang kompor gas, dan modal untuk membeli bahan-bahan pokok, agar bisa berjualan setiap hari,” tambah Feni.

Melalui program Wakaf UMKM, Global Wakaf-ACT berharap dapat membantu usaha Feni agar terus berjalan ke depannya. “Kita berharap ke depannya dapat membantu para pelaku usaha yang terus bertahan terutama di masa pandemi ini seperti Ibu Feni, sehingga menghasilkan usaha yang berkembang dan semoga menjadi keberkahan. Baik untuk penerima manfaat maupun pewakif,” harap Hakim dari Tim Global Wakaf-ACT. []